Pilkada 2018

Selain Tamu, Khofifah Juga Didatangi Wali Murid yang Menangis Keluhkan Masalah Pendidikan

Kediaman Khofifah juga didatangi guru dan wali murid dari banyak kabupaten kota di Jawa Timur.

Selain Tamu,  Khofifah Juga Didatangi Wali Murid yang Menangis Keluhkan Masalah Pendidikan
surya/fatimatuz zahroh
Kediaman rumah calon Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa terus didatangi tamu dari banyak kalangan, Sabtu (7/8/2018). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Kediaman rumah calon Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa terus didatangi tamu dari banyak kalangan.

Bukan hanya kalangan elit politik dan relasi, namun kediaman Khofifah juga didatangi guru dan wali murid dari banyak kabupaten kota di Jawa Timur.

Bahkan ada wali murid yang datang sembari menangis mengeluhkan sistem pendidikan dari SMP ke SMA yang dirasa tidak sesuai dan mix match, termasuk dari Kota Surabaya.

"Secara sesifik mereka datang kesini memberikan masukan termasuk pendidikan di beberapa daerah yang alami ada mix match dari SMP ke SMA. Beberapa kasek SMP wali murid SMP menangis juga kesinu mengatakan ada hal yang harus segera dicarikan solusi," kata Khofifah, Sabtu (7/7/2018).

Ia sempat meminta agar dicatat setiap masalag yang dikeluhkan.

Mulai masalah zonasi, nilai ujian, hingga permasalahan melanjutkan ke jenjang SMA.

Khofifah meminta agar masalah itu dicatat karena Tim Navigasi Program akan menyiapkan forum untuk mendatangkan narasumber yang pas agar solusi bisa ditemukan dan dikembalikan pada end user atau masyarakatnya.

"Memang, kalau pendidikan SMP wewenangnya di kabupaten kota, tapi nyambungnya kan ke pemprov untuk ke SMA. Kita berpikir integratif, kalau bicara NKRI maka Sisdiknas membelah-belah, ini harus nyambung," tegasnya.

Selain itu, dikatakan Khofifah juga ada wali murid yang mengharap ada solusi.
Terkait yang anaknya adalah olahragawan dan punya bakat, namun tidak terkoneksi dengan sistem masuk sekolah jenjang selanjutnya agar bisa mendapatkan akses biasa SMA SMK.

"Kita akan carikan solusinya, akan ada forum dengan nara sumber yang pas untuk masing-masing permasalahan," ucapnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, meski belum ada penetapan KPU tentang pemenang Pilgub Jatim 2018, paslon nomor satu yang dinyatakan unggul di hitung cepat sebesar 53,36 persen, sudah membentuk tim navigasi program.

Tim itu dibentuk untuk penyiapan dan sinkronisasi untuk mengemban amanah sebagai gubernur dan wakil gubernur menggantikan Soekarwo dan Saifullah Yusuf.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help