Persebaya Surabaya

Pertemuan Perdana, Strategi Persebaya Surabaya : Hentikan Aliran Bola Lini Tengah Bali United

Pelatih Persebaya Surabaya Alfredo Vera mengatakan, ada beberapa pemain Bali United yang dinilai berbahaya.

Pertemuan Perdana, Strategi Persebaya Surabaya : Hentikan Aliran Bola Lini Tengah Bali United
surya/habibur rohman
Pemain Persebaya Surabaya saat berlatih 

SURYA.co.id | SURABAYA - Laga pekan ke-14 Liga 1, Sabtu (7/7/2018) malam di Stadion Gelora Bung Tomo, menjadi pertemuan perdana Persebaya Surabaya dengan Bali United.

Meski menjadi pertemuan perdana, tak dipungkiri kedua tim sudah sama-sama tahu gaya permainan masing-masing lawan.

Berbicara soal kekuatan lawan, Pelatih Persebaya Surabaya Alfredo Vera mengatakan, ada beberapa pemain Bali United yang dinilai berbahaya.

Khususnya pada lini tengah yang sering kali membuat keteteran lawan.

Apalagi kerjasama Stefano Lilipaly dan Ilija Spasojevic yang kemungkinan diturunkan, memaksa Bajul Ijo berpikir cepat untuk segera memutus usaha mereka dalam menciptakan peluang ke gawang Persebaya.

"Kita tahu Spaso dan Lilipaly merupakan pemain yang selalu bagus dalam bermain. Oleh karenanya, kami akan tahan pergerakan mereka dengan menghentikan aliran bola di lini tengah," kata Alfredo Vera, Sabtu (7/7/2018).

Pelatih asal Argentina itu juga mengatakan, secara keseluruhan Bali United merupakan tim yang bagus dan kuat.

Permainan Bali yang terorganisir dan juga memiliki ketepatan dalam menyerang, membuat Serdadu Tridatu ini layak menjadi lawan yang menyita perhatian Bajul Ijo.

"Bali tim yang bagus dan kuat. Kita tahu sendiri bagaimana permainan mereka. Yang pasti kami akan usaha bermain lebih ofensif, apalagi ini dikandang," jelasnya.

Sementara itu Andri Muliadi bek Persebaya yang akan dimainkan dalam laga nanti mengaku, para pemain telah dibekali strategi khusus untuk melawan Bali Untited.

"Untuk pertandingan lawan bali united, kami sudah menyiapkan strategi khusus yang sudah dimatangkan waktu latihan. semoga kita bisa meraih hasil penuh," tutur Andri Muliadi.

Penulis: Dya Ayu
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help