Citizen Reporter

Larungkan Saja Lelah di Pantai Pancur

Mulai 2017 sudah dibangun jalan hotmik menuju pedalaman Taman Nasional Alas Purwo. Aksesnya menjadi mudah bagi turis domestik dan luar negeri.

Larungkan Saja Lelah di Pantai Pancur
ist

Jika berbicara tentang pariwisata di Banyuwangi mulai dari ujung utara sampai selatan pasti tidak ada habisnya. Gunung berapi yang masih aktif sampai dengan pantai berpasir putih yang sangat menawan hadir di wilayah yang disebut Sunrice of Java itu.

Mungkin yang sangat dikenal masyarakat adalah Kawah Ijen yang terkenal denga blue fire-nya. Demikian juga dengan Pulau Merah dengan eksotisme pasir pantainya.

Akan tetapi, bukan dua tempat itu yang akan dibicarakan kali ini. Masih banyak wilayah yang dapat menjadi alternatif wisata yang jauh dari hiruk-pikuk keramaian. Salah satunya adalah Pantai Pancur di Alas Purwo.

Rencana menuju ke Pantai Pancur menggunakan sepeda motor yang sudah dirancang jauh hari akhirnya terlaksana, Sabtu (23/6/2018). Meskipun lokasinya jauh dari pusat kota Banyuwangi, namun akses menuju lokasi ini sangat baik.

Itu karena mulai 2017 sudah dibangun jalan hotmik menuju pedalaman Taman Nasional (TN) Alas Purwo. Dengan akses yang mudah tak pelak banyak turis asing yang rela datang dari jauh untuk menikmati keindahan di sana.

Setelah masuk di pintu gerbang TN Alas Puwo dapat langsung mengikuti jalan yang menjadi akses satu-satunya di sana. Kalau cuaca sedang bagus tidak butuh waktu lama untuk meluncur ke lokasi itu.

Dengan biaya cukup Rp 8.000 pengunjung bisa menuju ke sana sepuasnya sampai sore menjelang. Pantai Pancur menjadi salah satu tujuan wisata yang semakin dicari.

Selain pantai yang eksotis Pantai Pancur juga menyuguhkan sebuah mata air yang menyegarkan untuk membasuh muka setelah lelah berjalan-jalan dan bermain air di pantai. Mata air Pancur terletak tidak jauh dari bibir pantai dan menjadi tempat masyarakat untuk beristirahat sambil melihat deburan ombak di Pantai Pancur.

Miftahul Khoiriyanto, salah satu pengunjung mengungkapkan, ini kali pertama dia ke Pantai Pancur. Meski lokasinya jauh dari kota, Pantai Pancur bisa menjadi magnet untuk mendatangkan pengunjung.

“Tempat ini mampu membuat pikiran saya menjadi lebih baik setelah bekerja selama satu minggu. Pemandangan alamnya bagus dan menyegarkan. Selain bisa bermain pasir di pantai, saya juga bisa mencuci muka dengan sumber mata air yang mengalir di sela-sela bebatuan,” ungkap pengunjung yang berasal dari Muncar itu.

Diharapkan dengan dibangunnya akses menuju ke Pantai Pancur mampu mendongkrak wisatawan baik domestik maupun asing menuju pantai yang berhadapan langsung dengan Samudra Hindia itu. Selanjutnya, itu akan mengangkat ekonomi masyarakat sekitar yang berjualan dan mencari rezeki di sekitar pantai.

Nuri Riskian
Mahasiswa Pendidikan Bahasa Sastra Indonesia dan Daerah
Universitas Negeri Malang
nuririskian1@gmail.com

Editor: Endah Imawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved