Kilas Balik

Kisah Tim OPK Eksekusi Para Begal di Era Soeharto, Dimasukkan Karung Hingga Dihujani Tembakan

Perihal aksi tim OPK itu pernah disaksikan sendiri oleh seorang gali asal Semarang, Jawa Tengah bernama Bathi Mulyono

Kisah Tim OPK Eksekusi Para Begal di Era Soeharto, Dimasukkan Karung Hingga Dihujani Tembakan
Grid.id
Ilustrasi 

SURYA.co.id - Pada tahun 1980-an, saat itu aparat keamanan memang sedang dibuat gerah oleh maraknya aksi preman jalanan yang populer dengan sebutan gabungan anak liar (gali).

Lantas Polri melancarkan Operasi Sikat, Linggis, Operasi Pukat, Operasi Rajawali, Operasi Cerah, dan Operasi Parkit di seluruh wilayah Indonesia serta berhasil menangkap 1.946 penjahat.

Meski sudah banyak penjahat yang diringkus, operasi penumpasan kejahatan terus berlanjut.

Seperti yang dilakukan oleh Komando Daerah Militer (Kodim) 0734 Yogyakarta di bawah pimpinan Kolonel Muhamad Hasbi.

Baca: Kisah Pahit Jenderal Hoegeng, Pensiun Dini Saat Usut Kasus yang Dinilai Guncang Kestabilan Negara

Baca: VIDEO - Roy Kiyoshi Tiba-tiba Sujud & Mohon Ampun Berkali-kali Sambil Terisak Saat Ibunya Datang

Baca: Dulu Bantah Punya Anak, Beredar Video Via Vallen Sebut Dirinya Mama ke Seorang Bocah

Baca: 7 Potret Aryan Khan, Putra Sulung Shah Rukh Khan yang Sangat Menyayangi Adiknya

Kolonel Hasbi saat itu (1983) menggelar Operasi Pemberantasan Keamanan (OPK) yang bekerja sama dengan intelijen AD, AU, AL dan kepolisian.

Informasi mengenai identitas para gali didapat dari masyarakat dan para gali yang sudah tertangkap.

Berdasar informasi itu tim OPK kemudian mendatangi lokasi gali yang menjadi buruannya kapan saja untuk ditangkap dan diseret ke penjara.

Tapi jika gali yang akan ditangkap berusaha lari atau melawan, tim OPK yang bersenjata senapan laras panjang dan pistol pun tak akan segan menembak mati.

Untuk memberikan efek jera terhadap gali yang terus saja berbuat kejahatan, tim OPK biasanya melakukan penangkapan atau penggerebekan secara mendadak ala serbuan pasukan komando.

Para gali yang tertangkap bisa langsung dieksekui atau kemudian dimasukkan karung dalam kondisi hidup lalu dibawa pergi ke suatu tempat sepi menggunakan mobil dan baru dieksekusi.

Halaman
1234
Penulis: Putra Dewangga Candra Seta
Editor: Adrianus Adhi
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved