Berita Surabaya

Inovasi Empat Mahasiswi Unusa Ciptakan Bedman, Bedong Mantel Anti Hujan

Ide dan inovasi itu pun mendapatkan pembiayaan dari Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Ristek Dikti)

Inovasi Empat Mahasiswi Unusa Ciptakan Bedman, Bedong Mantel Anti Hujan
ist
Wahyu Erisa Fitri, Riza Ayu Tohari Putri, Elok Rezkina Arvy dan Nurul Afifatul Azizah memamerkan karya inovasi Bedman (Bedong Mantel Anti Hujan) di acara puncak Lustrum Unusa, Sabtu (7/7/2018) 

SURYA.co.id | SURABAYA -  Empat mahasiswi Universitas Nahdlatul Ulama membuat inovasi baru bedong mantel anti hujan (Bedman). Munculnya Inovasi pembuatan Bedman bermula saat keempat Mahasiswi tersebut melakukan kegiatan praktik kerja lapangan di kawasan Wonokromo dan Kenjeran.

Keempat mahasiswi gabungan dari Fakultas Keperawatan dan Kebidanan Unusa itu bernama Wahyu Erisa Fitri, Riza Ayu Tohari Putri,  Elok Rezkina Arvy, dan Nurul Afifatul Azizah. Nurul Afifatul Azizah selaku ketua kelompok lebih lanjut menceritakan, saat melakukan Praktik Kerja Lapangan ia bersama 3 anggotanya mencari permasalahan penelitian tentang kesehatan ibu dan anak serta imunisasi. Keempatnya pun melakukan sosialisasi di Posyandu.

"Kami melakukan Praktik Kerja Lapangan tahun lalu. Dan kami sepakat untuk memilih permasalahan tentang KIA (kesehatan ibu dan anak) serta imunisasi," kata Afif sapaan akrabnya.

Afif melanjutkan, kebetulan Praktik Kerja Lapangan dilakukan saat musim penghujan. Agenda sosialisasi pun terhambat. Para ibu-ibu banyak yang tidak hadir mengikuti sosialisasi karena alasan hujan.

"Ibu-ibu takut datang ke posyandu, karena musim hujan. Mereka khawatir kalau anaknya kehujanan," bebernya.

Melihat hal itu, dia dan tiga anggotanya membuat inovasi untuk memecahkan kendala di lapangan.

"Kami ingat mantel (jas hujan). Alat itu digunakan oleh pengendara motor untuk melindungi diri dari hujan," ucapnya.

Selain melindungi bayi dari hujan, Bedman juga berfungsi melindungi bayi dengan berat lahir rendah.

"bayi dengan berat lahir rendah memiliki resiko hipotermi atau suhu tubuh lebih rendah dari batas normal saat hujan. Bedman bermanfaat untuk mempertahankan suhu tubuh pada bayi dengan berat badan lahir rendah," imbuhnya.

Selanjutnya, keempat mahasiswa itupun mendesain mantel yang kegunaannya diaplikasikan untuk bayi. Akhirnya terbentuklah gedong. Setelah desain terbuat mereka mencari bahan-bahan yang digunakan.

Ia mencarinya di pusat perbelanjaan yang ada di Surabaya. Satu persatu penjual kain mereka tanyai bahan yang pas untuk bedong.

"Setelah mencari kami sepakat memilih bahan dari kain parasit dan dacron," singkatnya.

Afif dan kelompoknya tidak sembarangan memilih bahan. Mereka harus beberapa kali mengecek keamanan bahan. Salah satunya adalah mencelupkan kain parasit langsung ke air saat membeli.

"Untuk mengetahui ketahanan kain parasit terhadap air kami celupkan ke air langsung ketika membeli. Selain itu kami juga memilih kain parasit yang aman untuk bayi agar terhindar dari iritasi pada kulit," ungkapnya.

Bedong karya keempat mahasiswi Unusa ini memiliki perbedaan dengan bedong lain. Mereka menggunakan resleting untuk menutup badan bayi, sedangkan bedong lain hanya dilipat. Selain itu kepala bagian atas bayi tertutup oleh topi layaknya sebuah jaket.

Mereka bekerjasama dengan penjahit dalam pembuatannya. Ide dan inovasi itu pun mendapatkan pembiayaan dari Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Ristek Dikti) dalam skema hibah KBMI (Kompetisi Bisnis Mahasiswa Indonesia).

Rencananya mereka akan menjual bedong dan memasarkannya. Produksi awal mereka hanya membuat 150 buah bedong saja. Bedman akan mereka jual dengan harga Rp 100.000 untuk ukuran S, M, dan L, sedangkan ukuran XL mereka banderol Rp 150.000.

"Untuk uji coba pertama, kami akan membuat 150 bedong. Kami akan menjual di pusat perbelanjaan dan media sosial instagram," terangnya.

Terkait hal itu, Rektor Unusa Achmad Jazidie, mengapresiasi inovasi dan karya terbaru dari empat mahasiswa Fakultas Keperawatan dan Kebidanan Unusa yang telah berhasil membuat Bedman (Bedong Mantel Anti Hujan). Ia berharap agar mahasiswa lain dapat menciptakan inovasi baru saat melihat karya Bedman di acara puncak lustrum Unusa.

“Mahasiswa merupakan generasi penerus bangsa yang akan menggantikan pemimpin-pemimpin di negeri ini kelak. sehingga mahasiswa harus mampu melahirkan inovasi sekaligus menjawab tantangan pembangunan dan mewujudkan generasi emas,” pungkasnya.

Penulis: Danendra Kusumawardana
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help