Berita Tuban

Warga 2 Desa di Tuban Demo Kantor Kecamatan, Berakhir setelah Kades - Camat Tarik Edaran soal ini

Demo dipicu adanya surat pernyataan berisikan bahwa warga dua desa sepakat terkait pembayaran pembebasan lahan kilang minyak .

Warga 2 Desa di Tuban Demo Kantor Kecamatan, Berakhir setelah Kades - Camat Tarik Edaran soal ini
surya/m sudarsono
Ratusan warga Desa Remen dan Mentoso melakukan unjuk rasa di kantor Kecamatan Jenu, Jumat (6/7/2018). 

SURYA.co.id | TUBAN - Demo masyarakat Desa Remen dan Mentoso di kantor Kecamatan Jenu, Jumat (6/7/2018), berakhir setelah terjadi kesepakatan antara warga dengan Kepala Desa serta Camat setempat.

Demo dipicu adanya surat pernyataan berisikan bahwa warga dua desa tersebut sepakat terkait pembayaran pembebasan lahan kilang minyak New Grass Root Refinery (NGRR).

NGRR merupakan perusahaan patungan Pertamina-Rosneft asal Rusia, melalui Bank BNI.

Surat  ditandatangani Kepala Desa dan mengetahui Camat tersebut memicu keresahan warga. Padahal, warga tidak pernah diajak  membahas pembebasan lahan.

"Jelas kami keberatan dengan klaim tersebut, itu keterlaluan atas nama rakyat tapi justru mengorbankan rakyat," kata Korlap Aksi Desa Remen, Rusdiono saat aksi.

Bahkan, secara lantang dia meminta Kades dan Camat agar dicopot dari jabatannya karena telah berani menyalahgunakan wewenang.

Sampai saat ini, warga masih tetap bersihkeras tak akan menjual tanahnya untuk kepentingan pembuatan kilang minyak Pertamina-Rosneft.

"Kita tak akan menjualnya, Kades dan Camat jangan main-main denga warga," tegasnya.

Hal sama juga disampaikan Korlap Aksi Desa Mentoso, Suwarno. Menurut dia masyarakat tidak pernah menyetujui proses pembebasan lahan, seperti tertera dalam surat pernyataan yang ditandatangani Kades dan Camat.

"Kami tidak pernah menyetujui, diajak membahas juga tidak. Kok tiba-tiba di surat ada kata persetujuan dari warga," bebernya saat aksi.

Kondisi yang sulit diredam, membuat Camat Jenu, Moh Maftuchin Riza, didampingi Kepala Desa Remen, Eko Prasetyo dan Kepala Desa Mentoso, Saji, melakukan mediasi dengan warga yang memadati aula kantor kecamatan.

Perwakilan warga diajak berdialog hingga muncul kesepakatan, jika Camat beserta dua kepala desa tersebut menarik pernyataan pembayaran pembebasan lahan, yang tertuang dalam surat bermaterai dan ditandatangani.

"Sudah selesai, sudah dibuat pernyataan menarik surat pada bulan Juni," singkat Camat.

Sedang Kepala Cabang BNI Tuban, Bintara saat dikonfimasi terkait nama BNI di surat pernyataan tersebut tak menjawab. Konfirmasi dilakukan melalui panggilan seluler maupun pesan aplikasi WhatsApp.

Diketahui, pembangunan proyek kilang yang melibatkan dua negara itu membutuhkan lahan seluas sekira 340 hektar. Sebagian lahan milik Kementerian lingkungan hidup (KLHK) dan sisanya sekira 85 hektar milik warga Desa Remen dan Mentoso.

Penulis: M. Sudarsono
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help