Berita Jember

Soal Kasus Pengeroyokan Wartawan, Begini Jawaban Danbrig Jember

Kolonel Robby Suryadi langsung menyampaikan permohonan maaf atas peristiwa yang dialami wartawan di Jember.

Soal Kasus Pengeroyokan Wartawan, Begini Jawaban Danbrig Jember
surya/erwin wicaksono
Kolonel Robby Suryadi selaku Komandan Brigif didampingi Dandim 0824 Jember Letkol. Inf. Arif Munawar dan Wakil Ketua DPRD Jembet Ayub Junaidi, saat menjenguk Oryza di Rumah Sakit Jember Klinik, Kamis (5/7/2018) 

SURYA.co.id | JEMBER - Peristiwa pengeroyokan disertai pemukulan yang menimpa Oryza Ardiansyah Wirawan, wartawan media online beritajatim.com saat ini menyita perhatian publik khususnya keamanan profesi jurnalis.

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jember, Sigit Maryatno, menuturkan tidak akan meninggalkan Oryza. Pihaknya selanjutnya terus melakukan pengawal atas insiden tragis yang menimpa wartawan anggota PWI Jember itu. 

"Kami tidak akan meninggalkan dan terus kawal kasus ini. Kami memang berencana ke Denpom untuk melaporkan kasus ini, namun tadi pagi Pak Kapolres dan Komandan Denpom sudah menjenguk korban dan rencananya hari ini Danbrig, Denpom, dan Polres, akan melihat video untuk menyelidiki siapa saja yang terlibat. Kalau memang ada anggota TNI yang terlibat, berkas akan dilimpahkan ke Denpom, dan warga sipil akan ditangani Polres," ujar Sigit.

Sementara Komandan Brigif 9/2 Jember, Kolonel Robby Suryadi, saat menjenguk Oryza yang dirawat di Rumah Sakit Jember Klinik langsung menyampaikan permohonan maaf atas peristiwa yang dialami wartawan di Jember.

"Saya selaku Komandan Brigif minta maaf atas apa yang menimpa Oryza. Saat ini, staf kami masih melakukan BAP terhadap pemain dan dari unsur anggota kami, karena di Klub Dharaka Sindo ada enam pemain dari anggota kami, dan pada pertandingan kemarin empat anggota kami ikut bertanding, apakah terlibat atau tidak masih kami selidiki," papar Kolonel Robby Suryadi.

Sementara itu soal status klub, Danbrig menjelaskan Dharaka Sindo bukanlah klub sepak bola milik Brigif.

Namun club Dharaka ada unsur Brigif, yang merger dengan Samudra Indonesia (Sindo) sehingga namanya menjadi Dharaka Sindo, dimana pemainnyapun juga melebur.

"Sejatinya setelah kedua Klub merger, Brigif sudah tidak terlalu sepenuhnya terlibat. Kami hanya memfasilitasi akomodasi pemain dan manager seperti kendaraan dan tempat latihan. Sekali lagi saya minta maaf atas kejadian kemarin karena kurangnya pengawasan, nanti siang akan kita lihat siapa saja yang terlibat dalam aksi pemukulan," tambah Danbrig.

Sementara Oryza yang mendapat kunjungan dan permohonan maaf dari Danbrig secara langsung mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi respon cepat Komandan Brigif.

"Saya mengapresiasi respon cepat Danbrig yang segera mengusut kasus ini," kata Oryza yang masih terbaring di kasur Rumah Sakit.

Penulis: Erwin Wicaksono
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved