Citizen Reporter

Prototipe Ini untuk Mendongkrak Garam Lokal

Metode pembuatan garam tradisional ditambah dengan sentuhan teknologi. Kebanyakan metode tradisional terkendala cuaca yang tidak menentu

Prototipe Ini untuk Mendongkrak Garam Lokal
ist

Angka impor garam industri yang melambung hingga 3,016 juta ton pada 2018 perlu menjadi perhatian khusus bagi pemerintah dan masyarakat di Indonesia. Anomali cuaca dan minimnya teknologi yang digunakan garam'>petani garam disebut-sebut menjadi faktor rendahnya produksi garam nasional.

Perlu adanya sentuhan teknologi dan perbaikan pada pembuatan garam tradisional. Itu menjadi latar belakang terinspirasinya mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) untuk menciptakan metode pembuatan garam lokal semimodern.

Putri Rosilia bersama Ika Febriana dan Putri Septi, kelompok mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan UM menciptakan metode pembuatan garam Mepe Galon. Metode yang mengadopsi metode tradisional itu dilaksanakan April–Juli 2018.

“Saya ingin turut serta mengembangkan metode pembuatan garam tradisional dengan tambahan sentuhan teknologi. Kebanyakan metode tradisional masih terkendala cuaca yang tidak menentu,” kata Putri.

Untuk saat ini pengembangan dari metode pembuatan garam semimodern itu berskala prototipe. Prototipe yang digunakan menyerupai miniatur tambak garam yang terbuat dari plat besi berbentuk petak-petak sesuai dengan tambak aslinya. Ukurannya 75 x 60 cm dengan tinggi kerangka 10 cm.

“Karena ini merupakan prototipe, itu memerlukan pihak lain yang dapat membantu mengembangkan metode ini di skala tambak garam,” tegasnya.

Dia menjelaskan, untuk sekali produksi menggunakan prototipenya memerlukan sekitar 4 liter air laut dan menghasilkan garam sekitar 1,5 kg.

Penerapan menggunakan prototipe itu terbilang hampir sama dengan pembuatan garam di tambak asli yaitu dengan mengalirkan air laut dan memanfaatkan teknik evaporasi dari sinar matahari. Akan tetapi, pada perjalanan prosesnya harus melalui serangkaian filter dan uji salinitas air laut. Ada penambahan beberapa zat penghilang kandungan-kandungan bahan yang tidak dibutuhkan.

Tanggapan dari PT Garam (Persero) juga membuat senang. Menurut mereka, metode itu merupakan peningkatan dari metode yang sudah ada. Yang harus dipertimbangkan adalah cara mempercepat evaporasi dan pemurnian air laut.

Yunita Miftahul Jannah
PGSP Universitas Negeri Malang
yunitamiftahuljannah48@gmail.com

Editor: Endah Imawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved