Citizen Reporter

Yang Ini Gratis Asal Kembali

Ana-anak menjadi pengunjung. Mereka berkunjung tiap pagi dan malam untuk membaca, bermain, atau sebagai tempat berkumpul dengan teman sebaya.

Yang Ini Gratis Asal Kembali
ist

Gerakan literasi gencar dikenalkan anak-anak muda, sebagai bentuk upaya mencerdaskan kehidupan bangsa. Itu layaknya komunitas Rumah Inspiratif yang dibentuk sejumlah pemuda sejak 12 Februari 2016.

Sebelumnya, tempat berkumpul komunitas Rumah Inspiratif ini berpindah-pindah dari taman baca masyarakat (TBM) Jombang, Kediri, hingga Malang. Menurut Dhuha, salah satu perintis TBM dan komunitas Rumah Inspiratif, tepat 1 Juni 2018, mereka telah mendirikan TBM di Dusun Mojosari, Desa Sumbersari, Kecamatan Megaluh, Jombang.

“Alhamdulillah, bisa merintis TBM pertama. Yang kedua dalam waktu dekat di Desa Balongsari,” ujar Dhuha.

TBM itu terbuka untuk umum. Siapa saja boleh membaca buku tanpa dipungut biaya seperti label yang ada di spanduk TBM yaitu Moco Gratis, Sak Mblenger’e, artinya membaca gratis, sampai puas. Koleksi buku yang dimiliki lebih kurang 200 buku di antaranya ada biografi tokoh, ensiklopedia, novel, cerpen, komik, fabel, puisi, cergam, buku kewirausahaan, dan masih banyak lainnya.

Pengunjung taman baca diperbolehkan meminjam buku untuk dibawa pulang, sekali lagi: gratis, asal dikembalikan. TBM buka setiap hari mulai pukul 08.00-21.00.

Para pemuda komunitas Rumah Inspiratif tidak hanya menyediakan buku di TBM, tetapi juga permainan seru untuk mengasah logika seperti catur dan uno stacko. Tidak heran jika setiap hari taman baca ini tidak pernah sepi apalagi masih dengan nuansa liburan seperti sekarang.

Pengunjung setia taman baca ini adalah anak-anak di sekitar lokasi. Mereka rajin berkunjung tiap pagi dan malam untuk membaca, bermain, atau sebagai tempat berkumpul dengan teman sebaya.

Tidak kehabisan akal, para pemuda memberikan edukasi kepada pengunjung. Pembelajaran huruf Jepang Katakana adalah salah satunya. Acara nonton bareng film edukasi juga diputarkan selepas maghrib di hari-hari tertentu.

“Antusias mereka untuk mengetahui hal-hal baru sangat luar biasa. Jadi kalau sahabat punya ilmu atau inovasi atau kegiatan yang ingin disalurkan, maka di sinilah tempat yang tepat,” tutur Dhuha.

Komunitas Rumah Inspiratif memanfaatkan momen liburan sekolah dengan kegiatan yang bermanfaat untuk masyarakat, sehingga waktu liburan anak-anak tidak sia-sia. Mereka workshop membuat layang-layang dari kertas bekas yang digelar Senin, (2/7/2018).

Kegiatan itu diikuti anak-anak dengan riang gembira. Pelatihan olah kertas bekas menjadi kerajinan juga diadakan di taman baca Selasa (3/7/2018) sejak pagi hingga siang. Itu untuk mengasah kreativitas anak-anak agar tidak bermain permainan yang monoton.

Nurul Aini
Mahasiswi Universitas Trunojoyo Madura
nurulaini.shofwani@gmail.com

Editor: Endah Imawati
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help