Berita Sidoarjo

Sebelum Tenggelam Bersama KM Lestari Maju, Hari ingin Kumpulkan Semua Anggota Keluarga. Firasat?

Warga Sidoarjo yang turut tewas dalam tenggelamnya KM Lestari Maju di perairan Selayar, sempat ingin berkumpul dengan semua keluarganya.

Sebelum Tenggelam Bersama KM Lestari Maju, Hari ingin Kumpulkan Semua Anggota Keluarga. Firasat?
surabaya.tribunnews.com/m taufik
Suasana rumah duka korban kapal tenggelam, Rabu (4/7/2018) sore. Pelayat terus berdatangan di Perumahan Taman Aloha Blok H7 nomor 8, Desa Suko, Kecamatan Sukodono, Sidoarjo ini. 

SURYA.co.id | SIDOARJO - Hari Lasmono, warga Sidoarjo yang turut meninggal dunia dalam peristiwa tenggelamnya KM Lestari Maju di Perairan Selayar, Sulawesi Selatan sempat berencana mengumpulkan semua keluarganya.

Rencana Supervisor ASDP Pamatata di PT ASDP Indonesia Ferry tersebut disampaikan kakaknya, Prastio Raharjo (56), di rumah duka di Perumahan Taman Aloha Blok H7 No. 8, Desa Suko, Kecamatan Sukodono, Sidoarjo, Rabu (4/7/2018).

"Dia berencana mengumpulkan semua keluarga pada bulan Agustus mendatang. Tapi bulan Juli sudah dikumpulkan (semua keluarga datang setelah mendengar kabar duka kematian korban)," kata Prastio Raharjo.

Hari Lasmono merupakan anak kelima dari enam bersaudara. Dia meninggalkan seorang istri dan dua anak perempuan. Satu anaknya sudah bekerja, sementara si bungsu akan kuliah di Surabaya.

Prastio Raharjo mengaku tidak punya firasat apa-apa sebelum adik keempatnya itu meninggal dunia. Hal paling diingatnya adalah permintaan almarhum yang ingin mengumpulkan semua keluarga pada Agustus mendatang.

Baca: Jenazah Korban KM Lestari Maju Asal Sidoarjo Dipulangkan Malam Ini

Diceritakan, sebelum bertugas dalam perjalanan kapal tersebut, Hari Lasmono sempat pulang selama dua hari menemani anaknya yang sedang menjalani operasi. Itupun karena diminta oleh anaknya yang sedang sakit.

Karena tuntutan tugas, ia lantas kembali untuk menjalankan pekerjaannya.

"Sampai kemudian keluarga mendengar kabar tersebut (kapal tenggelam dan Hari turut menjadi korban)," kisahnya.

Sejak awal mendengar berita adanya kapal tenggelam di perairan Selayar itu, keluarga terus memantau perkembangan informasinya melalui berbagai media karena keluarga tahu bahwa perairan itu merupakan rute kapal tempat korban bekerja.

"Sore kemarin, istrinya menghubungi saya kalau suaminya tidak ada. Istrinya mendapat kabar dari kepala ASDP Bira," ungkapnya.

Sejak itu, keluarga dan kerabat terus berdatangan ke rumah duka. Sampai sekarang ini, puluhan orang juga terus berdatangan ke rumah duka.

Kabar yang diterima keluarga, jenazah Hari Lasmono bakal tiba di rumah duka, Rabu (4/7/2018) malam ini.

Penulis: M Taufik
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help