Berita Banyuwangi

Rumah Warga Terdampak Banjir Bandang di Banyuwangi Telah Dibersihkan dari Lumpur

Pembersihan di lokasi terdampak juga masih terus berjalan. Meski alat berat yang digunakan sudah tidak sebanyak di awal bencana.

Rumah Warga Terdampak Banjir Bandang di Banyuwangi Telah Dibersihkan dari Lumpur
surya/haorrahman
Warga dan relawan bergotong royong membersihkan dan membagikan bantuan. 

SURYA.co.id | BANYUWANGI - Sepuluh hari setelah banjir bandang yang melanda empat dusun di Desa Alas Malang, Kecamatan Singojuruh, Banyuwangi, semua rumah warga terdampak telah bersih dari lumpur.

"Setelah 10 hari semua rumah warga sudah dibersihkan dari lumpur. Tapi kami masih perlu melakukan penyemprotan dari kerak-kerak lumpur yang menempel di dinding-dinding dan lantai rumah," kata Kepala Bidang Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Kabupaten Banyuwangi, Eka Muharram, Rabu (4/7/2018).

Eka mengatakan, secara manual pengerukan di dalam rumah telah selesai 100 persen, sedangkan di lingkungan sekitar 80 persen.

Saat ini telah banyak warga yang kembali ke rumahnya, kecuali bagi 33 yang rumahnya rusak berat.

"Dari 428 rumah di 4 dusun di Desa Alas Malang yang terdampak, terdapat 33 KK yang tempat tinggalnya rusak berat. Mereka masih mengungsi di rumah sanak saudaranya. Sisanya sudah kembali ke rumah," kata Eka.

Untuk pendistribusian logistik, menurut Eka hingga saat ini masih terus berjalan. Bantuan dari masyarakat masih terus mengalir.

Tidak hanya sembako, tapi juga pakaian, popok bayi, susu, selimut, tikar, alat mandi, perlengkapan kebersihan dan peralatan dapur.

"Awalnya di awal bencana, kami kesulitan untuk mendistribusikan bantuan ini. Bantuan belum terdistribusikan maksimal karena kondisi di lapangan belum layak untuk pendistribusian. Misalnya di rumah yang masih dipenuhi lumpur. Namun seiring dengan semakin terbukanya akses menuju ke lokasi, masyarakat mulai mendapatkan bantuan sesuai kebutuhannya," tambah Eka.

Pengiriman bantuan, dilakukan para relawan dengan langsung mengantar ke lokasi.

Biasanya diantar sore hari saat mereka beristirahat dari bersih-bersih rumah dan lingkungan sekitarnya.

"Sekarang volume pendistribusiannya kami tingkatkan, termasuk jadwalnya juga," kata Eka.

Pembersihan di lokasi terdampak juga masih terus berjalan.

Meski alat berat yang digunakan sudah tidak sebanyak di awal bencana.

"Alat-alat berat sudah mulai berkurang. Excavator yang stand by ada dua unit. Terdapat juga empat baby loader yang khusus mengeruk lumpur di pemukiman. Baby loader ini manuvernya lebih lincah dalam membersihkan rumah-rumah warga di gang-gang kecil," katanya.

Penulis: Haorrahman
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved