Berita Sidoarjo

Terbukti Suap Bupati agar Jadi Kepala Dinas, Pejabat Pemkab Jombang Divonis 2,5 Tahun Penjara

Majelis hakim juga mewajibkan terdakwa Inna bayar denda sebesar Rp 50 juta. Jika tak dibayar, diganti hukuman penjara satu bulan.

Terbukti Suap Bupati agar Jadi Kepala Dinas, Pejabat Pemkab Jombang Divonis 2,5 Tahun Penjara
surya/m taufik
Inna Silestowati (kiri) yang menjabat sebagai Plt Kepala Dinas Kesehatan Jombang berusaha menyuap Bupati Jombang nonaktif Nyono Suharli agar segera ditetapkan sebagai kepala Dinas Kesehatan definitif. Total uang suap yang diberikan kepada Nyono berjumlah Rp 275 juta, sementara Inna diputus bersalah di PN Tipikor Surabaya di Jalan Raya Juanda Sidoarjo, Selasa (3/7/2018). 

SURYA.co.id | SIDOARJO - Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya menjatuhkan hukuman penjara selama 2 tahun 6 bulan atau 2,5 tahun terhadap Inna Silestowati.

Mantan pejabat Pemkab Jombang ini dianggap terbukti melakukan penyuapan terhadap Bupati Jombang nonaktif Nyono Suharli demi diangkat menjadi Kepala Dinas Kesehatan Jombang.

Putusan itu dibacakan Ketua Majelis Hakim, Unggul Warso Mukti, dalam sidang di pengadilan Tipikor yang berada di jalan Juanda Sidoarjo, Selasa (3/7/2018).

Hakim menyatakan bahwa terdakwa Inna terbukti melanggar Pasal 13 Undang-Undang tentang Pemberantasan Tipikor, Junto Pasal 65 Ayat 1 KUHP, sebagaimana dakwaan kedua alternatif kedua Jaksa KPK.

"Mengadili, menjatuhkan hukuman penjara selama dua tahun dan enam bulan terhadap terdakwa," ujar Hakim Unggul membaca amar putusannya.

Tak hanya itu, majelis juga mewajibkan terdakwa Inna membayar denda sebesar Rp 50 juta. Jika tak dibayar, harus diganti dengan hukuman penjara selama satu bulan. 

Mendengar putusan itu, terdakwa yang dalam sidang mengenakan baju putih dengan jilbab motif hitam-putih tersebut langsung berkomunikasi dengan kuasa hukumnya.

"Kami pikir-pikir pak hakim," jawab Inna usai beberapa saat berbincang dengan kuasa hukumnya dalam sidang tersebut.

Vonis yang dijatuhkan majelis hakim ini terbilang lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK yang dalam sidang beberapa waktu lalu meminta majelis hakim menjatuhkan hukuman penjara selama tiga tahun dan denda Rp 100 juta subsidair tiga bulan penjara.

Mendengar putusan itu, jaksa Doddy Sukmono juga menyatakan pikir-pikir saat ditanya majelis hakim.

Halaman
12
Penulis: M Taufik
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved