Tahun Ini, Temas Line Bidik Pertumbuhan Laba Rp 150 Miliar

PT Pelayaran Tempuran Emas Tbk atau TEMAS Line mentargetkan pertumbuhan laba sebesar Rp150 milIar di tahun 2018.

Tahun Ini, Temas Line Bidik Pertumbuhan Laba Rp 150 Miliar
ist
kanan-kiri : Direktur Commercial TEMAS Line Harry Haryanto bersama dengan Direktur Keuangan TEMAS Line Ganny Zheng, Direktur Pengelola TEMAS Line Faty Khusumo, Direktur Independen TEMAS Line Teddy Arief Setiawan dan Direktur Utama PT Pelayaran Tempuran Emas Tbk (TEMAS Line) Sutikno Khusumo menjelaskan jangkauan rute National Network TEMAS Line saat Public Expose - RUPST TEMAS Line 2018. 

SURYA.co.id | SURABAYA - PT Pelayaran Tempuran Emas Tbk atau TEMAS Line mentargetkan pertumbuhan laba sebesar Rp 150 milIar di tahun 2018.

Sejalan dengan itu, total pendapatan diharapkan naik sebesar 15 persen dari tahun 2017 dan biaya operasional hingga akhir tahun ini akan ditekan untuk pencapaian laba.

“Kami akan memacu efisiensi untuk menopang pertumbuhan positif tahun ini dengan memaksimalkan sumber daya demi mencapai tujuan bisnis perusahaan,” kata Harry Haryanto, Direktur Commercial Temas Line usai menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), Senin (2/7/2018).

Untuk mencapai target tersebut, pihaknya sudah mulai mengambil langkah agresif pengembangan bisnis.

Di antaranya menambah jalur pelabuhan di daerah potensial antara lain Agats, Wasior, Bontang, Benete (NTB) sehingga total port service sampai dengan Juni 2018 adalah 41 port, dari sebelumnya 38 port pada 2017.

Kemudian sebagai upaya memperkokoh keunggulan National Network, perseroan berpartisipasi pada setiap tender tol laut yang diselenggarakan oleh pemerintah. Pada April 2018, TEMAS Line memenangkan lelang operator Tol Laut di 2 trayek dan melakukan penandatanganan kerja sama dengan pemerintah.

Dua trayek yang digarap TEMAS Line yakni T-9 dan T-11. T-9 melayani rute Surabaya-Nabire-Serui-Wasior, sedangkan T-11 melayani Surabaya-Timika-Agats-Merauke.

Langkah-langkah lain yang dipersiapkan di antaranya pada tanggal 5 Juni 2018, Perseroan telah menandatangani kerja sama pembangunan 10 unit alat bongkar muat peti kemas dengan Mitsui Engineering and Services Leasing Ltd berupa 4 units Container Crane (CC) twinlift capacity 65 ton, and 6 units Rubber Tyred Gantry Crane (RTG).

Kerja sama ini bertujuan untuk mendukung kegiatan usaha utama dalam meningkatkan kecepatan produktivitas bongkar-muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta.

“Sebelum upaya kerja sama ini dimulai, armada kapal kami yang beroperasi antar pulau sebelumnya telah di desain khusus mengunakan crane kapal, sehingga dapat menunjang kegiatan bongkar muat di pelabuhan yang belum ada fasilitas alat bongkar muat,” jelas Teddy Arief Setiawan, Direktur Independen Temas Line.

Halaman
12
Tags
Temas Line
Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved