Jelang Pilpres 2019

Simulasi Lembaga Survei PUSPEK: jika Jokowi - Cak Imin dan Prabowo - Zulhas, Hasilnya . . . .

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdul Muhaimin Iskandar (Cak Imin) masuk dalam jajaran elektabilitas tertinggi untuk cawapres.

Simulasi Lembaga Survei PUSPEK: jika Jokowi - Cak Imin dan Prabowo - Zulhas, Hasilnya  . . . .
surya/bobby constantine
Direktur Pusat Kajian Pembangunan dan Pengelolaan Konflik (PUSPEK), Novri Susan, merilis hasil survei, di Surabaya, Selasa (3/7/2018. 

Direktur Puspek, Novri Susan, menyebut bahwa titik lemah pemerintahan Joko Widodo berdasar survei ini ada di bidang ekonomi, terutama pengentasan kemiskinan, peningkatan lapangan pekerjaan, tingginya kesenjangan dan stabilitas harga pokok.

"Sehingga, pasangan cawapres juga akan menjadi penentu kemenangan Jokowi," kata Novri di sela rilis survei lembaganya, Selasa (3/7/2018).

Pada simulasi pasangan menunjukkan bahwa suara Jokowi cenderung stagnan jika dipasangkan dengan tokoh tertentu. "Salah dalam memilih Cawapres akan menjadi beban elktoral bagi Jokowi," imbuhnya.

Untuk diketahui, berdasrkan hasil survei ini, Presiden Joko Widodo (Jokowi) masih menempati urutan tertinggi apabila kembali dicalonkan sebagai capres pada pemilu mendatang. Jokowi sukses mengungguli beberapa nama lain yang disinyalir juga akan maju.

Dari sisi elektabilitas Jokowi memimpin dengan presentase sebesar 47,9 persen. Sementara pesaing terdekatnya adalah Prabowo Subianto, Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) yang mengantongi elektabilitas sebesar 30,1 persen.

Survei ini menggunakan Multistage Random Sampling dengan jumlah responden sebanyak 1200 orang, margin of error  2,83 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Responden diambil dari 29 Provinsi pada periode Survei 12 hingga 26 Juni 2018.

Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved