Berita Ekonomi Bisnis

Kemenprin Fasilitasi IKM guna Perluas Pasar Melalui e-Smart Marketplace

Kemenperin berupaya menambah share perekonomian Industri Kecil dan Menengah (IKM) melalui workshop e-Smart IKM.

Kemenprin Fasilitasi IKM guna Perluas Pasar Melalui e-Smart Marketplace
surya/sri handi lestari
Gati Wibawaningsih (ketiga dari kanan), Direktur Jenderal Industri Kecil dan Menengah Kementerian Perindustrian di sela workshop 100 IKM dari Surabaya dan Gresik, Selasa (3/7/2018). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus berupaya menambah share perekonomian Industri Kecil dan Menengah (IKM) melalui workshop e-Smart IKM.

Langkah ini diharapkan bisa meningkatkan jelas produksi dan pasar bagi IKM yang berimbas pada pembayaran pajak IKM yang akhir Juni 2018 lalu mendapatkan kebijakan Pajak Penghasilan (PPh) 0,5 persen untuk maksimal pendapatan Rp 4,8 miliar.

"Melalui banyaknya produk yang diproduksi IKM, peningkatan pendapatan, kemudian lanjut bayar pajak. Workshop e-Smart Kemenperin ini diharapkan bisa mendorong peningkatan produksi dan pasar, apalagi tahun ini kami ada gandengn Gojek dan Google," ungkap Gati Wibawaningsih, Direktur Jenderal Industri Kecil dan Menengah Kementerian Perindustrian di sela workshop diikuti 100 IKM dari Surabaya dan Gresik, Selasa (3/7/2018).

Fasilitas workshop e-Smart yang digelar Kemenperin ini sudah dilakukan sejak 2017. Tercatat ada 2.600 IKM yang ikut serta dalam kegiatan ini. Dari jumlah tersebut, sudah 60 IKM yang mendapat fasilitas kerjasama dengan Google untuk meningkatkan pasar dan produknya.

Kerjasama dnegan Google dan Gojek itu ternyata mampu meningkatkan dan kecepatan IKM untuk meningkatkan pasar secara e-Smart atau memanfaatkan teknologi internet.

Workshop e smart tahun 2017 lalu, menurut Gati, pihaknya masih memprediksi hasil workshop baru bisa dilakukan tahun depan.

"Tapi ternyata saat ini workshop seperti e-Smart ini bisa langsung diaplikasikan saat itu juga. Tidak perlu menunggu (kapasitas produksi) lagi," ungkapnya.

Apalagi ternyata dalam jaringan logistiknya, IKM sudah banyak yang memanfaatkan layanan Go Send dari aplikasi Go Jek. Karena itu dalam workshop yang digelar selama dua hari di Surabaya ini, pihaknya menargetkan IKM yang ikut bisa langsung aplikasi. Ditambah dengan narasumber workshop yang berasal dari berbagai sektor.

"Ada perbankan yang bisa diakses untuk permodalan. Ada perwakilan Bank Indonesia dan lainnya. Termasuk dari google yang siap memberikan motivasi dan pelatihan manajemen bisnis," ungkap Gati.

Produk IKM yang paling banyak memanfaatkan jaringan penjualan secara online, nilai tertinggi adalah segmen kerajinan logam dan aksesoris handphone. Sedang IKM yang mendapat fasilitas workshop memanfaatkan penjualan online, paling banyak dari segmen makanan dan minuman.

Halaman
123
Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help