Berita Ekonomi Bisnis

Ground Breaking Apartemen Western View: Daya Beli Pasar Properti Surabaya masih Tinggi

Pengembang PT PP Property Tbk (PPRO) melihat pasar properti di Surabaya dan Jawa Timur masih luas.

Ground Breaking Apartemen Western View: Daya Beli Pasar Properti Surabaya masih Tinggi
surya/sugiharto
Direktur Realty PT PP Property Tbk Galih Saksono (tengah) menjelaskan maket Westown View usai groundbreaking cerimony di Grand City Surabaya, Selasa (3/7/2018). 

SURABAYA, SURYA - Pengembang PT PP Property Tbk (PPRO) melihat pasar properti di Surabaya dan Jawa Timur masih luas. Meski ada keluhan dari pengembang lain yang melihat penjualan properti sedang melambat.

"Di Jawa Timur, terutama Surabaya, dalam mengembangkan proyek property kami melihat pertumbuhan ekonomi. Surabaya pertumbuhan ekonominya diatas nasional yaitu 5,45 persen, nasional hanya 5,0 sekian. Tak hanya itu, Willingness to buy (kemampuan dan kemauan untuk membeli) property juga besar," ungkap Galih Saksono, Direktur Realty PPRO, disela ground breaking dan product knowledge apartemen Western View Surabaya, Selasa (3/7/2018).

Karena itu, PPRO mencatatkan jumlah proyek di Surabaya mencapai 50 persen dibanding seluruh proyek yang dikerjakan di seluruh Indonesia.

"Kami masih ada dua hingga tiga proyek baru lagi di Surabaya. Hal ini tak lepas dari pasar property di Surabaya yang cukup tumbuh," lanjut Galih.

Proyek baru itu tetap berupa proyek gedung tinggi berupa apartemen yang dilengkapi dengan commerce area pendukung hunian apartemen.

Saat ini proyek PPRO yang sedang progres di Kota Surabaya, antara lain Grand Sungkono Lagoon, Grand Dharmahusada Lagoon, Grand Shamaya dan apartemen Western View.

Terkait Willingness to buy, Galih mencontohkan apartemen Western View. Saat ini, progres pembangunan baru ground breaking.

"Namun respon pasar sudah cukup bagus. Tower 1 dari lima apartemen yang kami rencanakan sudah terjual 80 persen dari total unit yang mencapai 936 unit," jelasnya.

Wiratno, Project Director Western View, menambahkan, karena sudah 80 persen, konsumen ada yang sudah inden untuk tower 2.

"Karena itu hari ini kami gelar product knowledge untuk unit di tower 2. Sudah ada sekitar 30-40 unit yang laku," tambah Wiratno.

Untuk harga, unit di apartemen yang membidik segmen menengah ini dijual dengan harga mulai Rp 400an juta.

Diakui Wiratno maupun Galih, dalam menghadapi kondisi pasar property yang ada saat ini, pihaknya terus melakukan inovasi dan konsep serta ketepatan pembangunan.

"Bagi kami yang sebelumnya bergerak di bidang kontruksi, konsep bangunan bisa kami kembangkan dengan kreatif lewat bahan baku dan lainnya. Termasuk konsep di Western View yang bisa menarik konsumen untuk tinggal maupun investasi," ungkap Wiratno.

Apartemen Western View ini ditarget sudah topping off di satu tahun mendatang. Kemudian serah terima kepada konsumen di tahun 2021.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help