Pilpres 2019

Partai Demokrat akan Umumkan Sosok Capres di Menit Akhir

Mengingat, hingga saat ini proses penjajakan antar partai untuk menjalin koalisi masih sangat dinamis.

Partai Demokrat akan Umumkan Sosok Capres di Menit Akhir
surya/bobby constantine koloway
Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat saat melakukan pertemuan dengan jajaran elite DPD Demokrat Jawa Timur di gedung negara Grahadi, Surabaya, Sabtu (30/6/2018). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyebut partainya tak terburu-buru untuk menentukan calon presiden (capres) yang diusung di pemilihan presiden (pilpres) tahun depan.

Menurutnya, Partai Demokrat bisa saja mengambil keputusan di menit akhir pendaftaran capres yang mana pendaftaran capres akan digelar pada 4 hingga 10 Agustus 2018 mendatang.

Mengingat, hingga saat ini proses penjajakan antar partai untuk menjalin koalisi masih sangat dinamis.

”Prosesnya masih sangat dinamis. Kami masih menduga prosesnya bisa saja sampai di last minutes. Yang mana itu menjadi batas akhir pendaftaran pada Agustus mendatang,” kata AHY ketika ditemui di Surabaya, Sabtu (30/6/2018).

Putra sulung Presiden RI keenam yang juga Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini pun menyebut beberapa kriteria figur yang akan diusung partainya.

Di antaranya, calon tersebut harus memiliki kesamaan visi dan misi dengan partainya.

”Kami harus memahami visi dan misi yang akan ditawarkan oleh masing-masing paslon. Kalau ada kecocokan, akan kita bahas lebih jauh lagi dalam konteks koalisi kedepan,” kata pria yang pernah mencalonkan sebagai kandidat Gubernur DKI Jakarta ini.

Ia tak memungkiri bahwa saat ini namanya juga menjadi salah satu figur yang digadang oleh partai berlambang segitiga mercy ini.

Pihaknya pun kini juga telah melakukan berbagai iktiar untuk meningkatkan elektabilitas hingga melakukan komunikasi politik dengan partai lain.

”Kami akan berjuang bersama partai Demokrat. Bukan hanya untuk meningkatkan elektabilitas, namun juga kerja politik untuk berkomunikasi bersama dengan tokoh politik maupun partai politik dalam rangka membangun chemistry,” kata lulusan Command and General Staff College (CGSC) di Fort Leavenworth, Kansas, Amerika Serikat ini.

Sebelumnya, elit partai Demokrat menyebut adanya potensi memasangkan AHY dengan Jusuf Kalla (JK) pasca putusan MK yang menolak permohonan uji ketentuan Pasal 169 huruf n dan Pasal 227 huruf i UU Pemilu tentang masa jabatan Presiden dan Wakil Presiden.

Sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan membenarkan muncul wacana tersebut.

"Kalau ada yang "mengawinkan" JK-AHY toh teman-teman juga yang bilang. Kami juga tak mungkin menolak itu. Biarkan diskusi itu berjalan," kata Hinca di Kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta, Rabu (27/6/2018) lalu.

Menanggapi hal itu, AHY menyebut bahwa pihaknya tak akan terburu-buru. Sebab, hubungan tidak bisa diputuskan hanya dengan satu-dua kali bertemu.

Jadi, harus benar-benar memahami dengan baik. Kita juga harus meneliti karateristik, idealisme, visi dan misi, hingga program-program yang pro rakyat,” ujar alumnus program Master dalam Kepemimpinan dan Manajemen (MA in Leadership and Management) dari George Herbert Walker School di Webster University dengan IPK 4.0 ini.

Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved