Pilkada 2018

Kapan Pertemuan Gus Ipul dan Khofifah Digelar?

Cagub Jatim urut dua, Saifullah Yusuf menyebut bahwa hingga saat ini pihaknya belum bertemu dengan Khofifah Indar Parawansa

Kapan Pertemuan Gus Ipul dan Khofifah Digelar?
surya/ahmad zaimul haq
GAYENG - Sehari jelang coblosan, KPU Jatim menggelar Doa Bersama dan Deklarasi Pilkada Damai dalam rangka Pilgub Jatim Guyub Rukun 2018 di halaman KPU Jatim, Selasa (26/6/2018) malam. Kegiatan doa bersama itu menghadirkan Cak Nun dan Kiai Kanjeng serta dihadiri dua pasangan calon, Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak dan Saifullah Yusuf dan Puti Guntur Soekarno. 

SURYA.co.id | SURABAYA – Calon Gubernur Jawa Timur nomor urut dua, Saifullah Yusuf menyebut bahwa hingga saat ini pihaknya belum bertemu dengan mantan rivalnya di pilkada serentak tahun ini, Khofifah Indar Parawansa. Termasuk, komunikasi melalui sambungan gawai sekalipun.

“Sampai saat ini, kami memang belum berkomunikasi (dengan Ibu Khofifah). Sebab, kami memang masih fokus untuk mengawal proses pemungutan suara hingga perhitungan suara,” kata Gus Ipul di Surabaya.

Meskipun demikian, Gus Ipul tak menutup kemungkinan untuk bertemu dengan kandidat Calon Gubernur nomor urut satu ini. Sekalipun, Gus Ipul enggan menyebut secara spesifik waktu pertemuan tersebut.

“Ya. Mungkin saja nanti. Soal ketemu, kapanpun bisa. Sewaktu-waktu bisa sekali. Tentu, kami akan bertemu pada saatnya nanti,” kata Gus Ipul menegaskan.

Untuk diketahui, Proses hitung cepat oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) menunjukkan kandidat calon gubernur nomor urut satu, Khofifah Indar Parawansa dan Emil elestianto Dardak unggul dari pasangan nomor urut dua, Saifullah Yusuf dan Puti Guntur Soekarno.  Pasangan Khofifah-Emil, memperoleh 53,73 persen suara, dan Gus Ipul-Puti memperoleh 46,27 persen suara.

Meskipun tak diunggulkan, Gus Ipul menyebut tak akan melakukan gugatan atas hasil di KPU.

”Kami menghargai apa yang menjadi pilihan rakyat. Serta, kami juga mentaati perintah dari kiai dan ulama yang telah berpesan untuk tak membuat laporan apapun hasilnya nanti,” lanjut salah satu Ketua PBNU ini.

Sebelumnya, pada penghujung masa kampanye Pilkada Jatim 2018 silam, Gus Ipul mengatakan bahwa pihaknya bersama Cawagub, Puti Guntur Soekarno, siap menerima apapun hasil pilkada kali ini. Sekalipun berupa kekalahan.

Pada pernyataan yang disampaikan di saat debat terbuka ketiga tersebut, Gus Ipul mengatakan sikap yang akan dilakukannya apabila kalah.

Pihaknya menitipkan aspirasi pendukungnya kepada Khofifah bersama Emil Dardak, pesaingnya. Sebaliknya, jika pihaknya menang, Gus Ipul berjanji tidak akan ada lagi pendukung nomor satu maupun nomor dua.

Artinya, Gus Ipul akan merangkul seluruh lapisan masyarakat Jatim baik itu pendukungnya maupun pendukung pesaingnya.

"Tidak ada lagi nomor 1 dan 2. Yang ada adalah warga Jawa Timur, Kabeh Sedulur Kabeh Makmur (semua saudara, semua makmur)," kata Gus Ipul saat menyampaikan penutup debat publik pamungkas Pilkada Jatim di Dyandra Convention Hall Surabaya, Sabtu (23/6/2018) lalu.

Menurut Gus Ipul, siapapun yang kalah dan menang di Pilkada Jatim 2018 sudah merupakan takdir Tuhan YME.

"Siapapun yang terpilih sudah tercatat di Lauhul Mahfudz," jelas Gus Ipul kala itu.

Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved