Berita Sidoarjo

Razia Kendaraan Berat Akan Digelar Hingga Jalan-jalan Pedesaan di Sidoarjo

Dinas Perhubungan bersama Polresta Sidoarjo bakal menggelar razia kendaraan barang sampai ke jalan-jalan desa

Razia Kendaraan Berat Akan Digelar Hingga Jalan-jalan Pedesaan di Sidoarjo
surabaya.tribunnews.com/m taufik
Petugas Gabungan Dishub dan Polresta Sidoarjo saat menggelar razia kendaraan barang di Jalan Lingkar Timur, Jumat (29/6/2018) 

SURYA.co.id | SIDOARJO - Dinas Perhubungan (Dishub) bersama Polresta Sidoarjo bakal menggelar razia kendaraan barang sampai ke jalan-jalan desa.

Ini dilakukan seiring banyaknya jalan rusak di Sidoarjo yang salah satu penyebabnya karena banyaknya kendaraan berat yang melintas di jalan-jalan desa.

Dishub sudah mengantongi sejumlah jalur desa yang sering dilewati truk. Seperti jalan Betro di Sedati, Jalan Dukuh Tengah di Buduran, serta Jalan Damarsi di Buduran, dan sejumlah jalan lain.

Akses-akses itu menjadi jalur alternatif kendaraan berat karena terhubung dengan Jalan Lingkar Timur. Di jalan-jalan desa itu, petugas bakal melakukan razia untuk menekan pelanggaran kendaraan berat yang beroperasi di Sidoarjo.

Menurut Kepala Dishub Sidoarjo, Bahrul Amiq, razia kendaraan barang terus dilakukan secara berkala oleh Dishub bersama Satlantas Polresta Sidoarjo. Tujuannya untuk melindungi jalan serta pengguna jalan.

"Pelanggaran kendaraan barang, seperti kelebihan muatan, over dimensi, dan sebagainya itu yang membuat jalan cepat rusak. Makanya harus dirazia agar pelanggaran tidak terus bertambah," kata Bahrul Amiq.

Selama ini, razia juga kerap digelar di titik-titik strategis. Seperti di Krian, Arteri Porong, dan beberapa titik lain. Termasuk razia yang dilakukan di Jalan Lingkar Timur, Jumat (29/6/2018).

Dalam razia gabungan di Lingkar Timur ini petugas memeriksa semua kendaraan barang dan truk yang melintas. Terhitung ada 19 kendaraan terbukti melanggar dan langsung ditilang.

Rinciannya, ada 13 kendaraan yang buku uji kirnya telah habis masa berlaku, dua kendaraan over dimensi, serta empat truk kelebihan muatan.

"Semua kendaraan yang ketahuan melanggar langsung ditilang," kata Arie Prabowo, Kasi Dalops Dishub Sidoarjo.

Beberapa sopir yang kena razia sempat berusaha meminta keringanan agar tetap bisa jalan, tapi petugas bergeming. Yang melanggar tetap ditilang.

Diantaranya Wibowo, sopir truk bernopol N 3281 FX yang kena tilang karena dokumen uji kir kendaraannya sudah mati setahun dan kendaraannya juga over dimensi. Panjang dan tinggi bak truk ditambahi, melebihi standar.

Demikian juga Ahmad Jani, sopir asal Pasuruan yang kena tilang karena truk bernopol W 6745 CX yang dikemudikannya menuju Surabaya ketahuan melanggar.

Truk warna hijau itu buku KIR-nya mati delapan bulan. Meski memelas, dia tetap kena tilang.

Penulis: M Taufik
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help