Berita Lamongan

Dirut PD Pasar Lamongan Janji Seminggu ke Depan Tuntaskan Pemicu Persoalan Kronis UPT Pasar Ikan

Sungai Kaliotik Lamongan Jawa Timur yang tercemari limbah UPT Pasar Ikan dan menyembulkan bau busuk

Dirut PD Pasar Lamongan Janji Seminggu ke Depan Tuntaskan Pemicu Persoalan Kronis UPT Pasar Ikan
SURYA.co.id/Hanif Manshuri
IPAL dari Dinas Lingkungan Hidup (LH) yang mangkrak tidak dioperasionalkan 

SURYA.co.id | Lamongan - Sungai Kaliotik Lamongan Jawa Timur yang tercemari limbah UPT Pasar Ikan dan menyembulkan bau busuk, amis menyengat hidung mendapat perhatian serius Direktur Perusahaan Daerah (PD) Pasar Lamongan, Hendy Mustafa.

Hendy Mustafa yang baru enam menjabat sebagai Direktur PD Pasar Lamongan mengakui sudah mendapat masukan dari berbagai kalangan terkait limbah dari Pasar Ikan yang memicu bau busuk di Kalikotik.

Utamanya bau itu muncul saat masuk musim kemarau karena air di Sungai Kaliotik mengering hanya dialiri air limbah Pasar Ikan.

"Dalam waktu seminggu ini harus bisa diatasi," tandas Direktur PD Pasar Lamongan, Hendy Mustafa saat dikonfirmasi Tribunjatim.com terkait persoalan limbah UPT Pasar Ikan, Jumat (29/6).

Pihaknya optimis persoalan itu bisa diatasi karena sudah ada sarana prasarana yang bisa dimanfaatkan, di antaranya dua sarana Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). "Dua Ipal itu di Utara dan Selatan," kata Hendy.

Menurut dia jika dua unit Ipal ini dioperasikan maka permasalahan itu akan teratasi. "Kepala UPT Pasar Ikan harus segera mengambil langkah," katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, sejak tiga pekan menjelang H-3 Idul Fitri sampai sekarang bau busuk itu menjadi suguhan yang menyesakkan dada, terutama warga yang berdomisili di wilayah Tumenggungan dan sepanjang jalan Laras - Liris sampai Dapur Utara.

Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang dibangun Badan Lingkungan Hidup (BLH) sejak 2012 senilai Rp 360 juta hingga kini mangkrak tidak dimanfaatkan.

Dan hanya IPAL Selatan yang dioperasikan. Praktis masih ada limbah dari UPT Pasar Ikan yang mengalir ke Kaliotik tanpa masuk IPAL.

Masuk musim kemarau saluran pembuangan ke Kaliotik yang ada hanya limbah dari Pasar Ikan yang ngendon.

Para pengguna jalan dan warga kota menggerutu, sangat tidak elok, lingkungan kota selalu disuguhi bau busuk limbah Padat Ikan.

Penulis: Hanif Manshuri
Editor: Adrianus Adhi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved