Berita Mojokerto

Truk Gas CNG Dari Kediri Bocor Saat Lewat Mojokerto. Bikin Panik

Truk muatan gas CNG bocor saat melintas jalan raya Jatipasar, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Kamis (28/7) sore. Begini kepanikannya

Truk Gas CNG Dari Kediri Bocor Saat Lewat Mojokerto. Bikin Panik
surabaya.tribunnews.com/mohammad romadoni
Petugas SCT mengecek kondisi pipa gas yang bocor di atas truk kontainer. 

SURYA.co.id | MOJOKERTO - Truk bermuatan gas CNG ( Compressed natural gas) mengalami kebocoran ketika melintas di jalan raya Jatipasar, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Kamis (28/7/2018) sore.

Asap putih tebal yang keluar secara terus-menerus dari belakang truk kontainer itu membuat pengguna jalan panik.

Mereka di lokasi kejadian sempat mengira truk pengangkut gas yang mudah terbakar itu telah dalam kondisi terbakar.

Sopir truk kontainer, Achmad Fatoni (50) warga Dusun Parengan, Desa Kraton, Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo yang juga mendengar suara kebocoran gas itu sontak menghentikan laju kendaraannya ke sisi kiri jalan.

"Saya dengar suara keras gas yang 'Ngowos' di belakang kontainer," ujarnya.

Baca: Pedagang Ikan di Mojokerto Perkosa ABG 14 Tahun di Tengah Kebun Tebu

Baca: Buang Bayi Hasil Kumpul Kebo, ini Hukuman Untuk Perempuan Muda di Lamongan

Fatoni sempat melambaikan tangan kanannya yang seakan memberi isyarat kepada pengguna jalan kalau kendaraannya dalam kondisi darurat. Dia turun membuka pintu dan keluar dari truk.

"Gas bocor berlangsung cepat, tidak terbakar," jelasnya.

Dia mengatakan gas alam CNG ini diangkut dari Suropati Cahya Timur (SCT) Pasuruan untuk menyuplai boiler di PT Gudang Garam di Kecamatan Semampir Kota Kediri.

Truk kontainer tersebut memuat 12 kotak yang masing-masing berisi dua tabung 500 kilogram gas alam dengan jumlah total berat mencapai 6 ton.

Masih kata Fatoni, penyebab kebocoran gas ini diduga bersumber dari sambungan pipa besi.

"Ada dua tabung yang gas yang bocoran kira-kira 1.000 m2," ungkapnya.

Kapolsek Trowulan Kompol M. Sulkan menjelaskan, memang awalnya mendapat informasi adanya truk Elpiji yang terbakar di jalan raya Trowulan. Namun ketika dipastikan di lokasi, ternyata hanya kebocoran gas.

"Hanya bocor tidak terbakar karena kandungan gas alam ini lebih rendah dari gas Elpiji jadi mudah terurai udara, tapi potensi mudah terbakar tetap ada," ujarnya.

Sulkan menjelaskan, karena dianggap aman dia meminta sopir truk kontainer agar menepikan kendaraannya di parkiran bekas timbangan Trowulan.

"Supaya tidak macet truk diparkir di jembatan Trowulan. Ada teknisi yang memastikan gas alam ini tidak berbahaya jika terjadi kebocoran" katanya.

Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved