Berita Sidoarjo

Dilaporkan Memeras Pengusaha Karaoke Rp 15 Juta, Oknum Wartawan Ditahan Polresta Sidoarjo

Polisi di Sidoarjo menahan seorang oknum wartawan sebuah media online karena memeras pengusaha karaoke sebesar Rp 15 juta.

Dilaporkan Memeras Pengusaha Karaoke Rp 15 Juta, Oknum Wartawan Ditahan Polresta Sidoarjo
surabaya.tribunnews.com/m taufik
Slamet Maulana alias Ade, oknum wartawan yang ditahan Polres Sidoarjo karena melakukan pemerasan terhadap pengusaha karaoke. 

SURYA.co.id | SIDOARJO - Seorang oknum wartawan media online harus meringkuk di dalam tahanan Polresta Sidoarjo. Ini karena dia dianggap telah melakukan pemerasan terhadap pengusaha tempat hiburan di Kota Delta.

Dia adalah Slamet Maulana alias Ade (33), warga Wonokromo, Surabaya yang diduga telah memeras pengelola X2 Karaoke, sebuah tempat hiburan yang beroperasi di Ruko Taman Pinang Indah, Sidoarjo.

Kasusnya dibeber oleh Kapolresta Sidoarjo, Kombespol Himawan Bayu Aji, dalam rilis yang digelar di Mapolresta Sidoarjo, Kamis (28/6/2018).

Menurut Kapolres, sekarang ini kasusnya sudah masuk pelimpahan tahap I ke Kejaksaan Negeri Sidoarjo.

Pihak kejaksaan juga menyatakan bahwa kasus ini sudah P21 alias sempurna.

"Selanjutnya dilakukan pelimpahan tahap II, agar segera disidangkan di Pengadilan Negeri Sidoarjo," kata Kapolres.

Himawan menyatakan bahwa pihaknya memproses dan menahan tersangka ini bukan karena profesinya sebagai wartawan. Tapi karena tindak pidana yang telah dilakukan.

“Pemeriksaan oleh penyidik belum mengarah ke pemberitaan yang dilakukan tersangka. Tapi terkait kasus pemerasan yang dilakukan melalui percakapan di WhatsApp, yang meminta uang Rp 15 juta," urainya.

Diceritakan, peristiwa ini berawal dari sebuah foto tentang seorang perempuan tanpa mengenakan celana yang dikelilingi beberapa orang pria.

Sempat ada pertemuan antara tersangka dengan perwakilan dari X2 karaoke. Namun tidak terjadi kesepakatan dalam pertemuan tersebut karena pihak X2 menyatakan bahwa gambar dalam foto tersebut bukan di X2 karaoke.

Halaman
12
Penulis: M Taufik
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help