Berita Lamongan

Buang Bayi Hasil Kumpul Kebo, ini Hukuman Untuk Perempuan Muda di Lamongan

Seorang perempuan muda di Lamongan membuang bayi hasil kumpul kebo yang dia lahirkan. Ini hukuman yang dijatuhkan hakim untuknya

Buang Bayi Hasil Kumpul Kebo, ini Hukuman Untuk Perempuan Muda di Lamongan
ist
ilustrasi 

SURYA.co.id | LAMONGAN - LA (22) perempuan dari Kecamatan Pucuk, Kabupaten Lamongan, divonis 1 tahun 8 bulan penjara oleh Pengadilan Negeri Lamongan, Kamis (28/6/2018). Vonis dijatuhkan karena dia terbukti bersalah membuang bayi yang dilahirkannya sendiri. 

Putusan Hakim Ketua, Rudy Wibowo lebih ringan 4 bulan dari tuntutan JPU yang selama 2 tahun penjara. Sementara denda dan subsider sama dengan dalam tuntutan JPU,  yakni Rp 1 juta subsider 2 bulan penjara. 

Penasehat Hukum Terdakwa, Lukmanul Hakim dari LABH AL-Banna pada Posbakum PN Lamongan mengatakan, pihaknya tidak akan mengajukan banding, alias menerima vonis yang dijatuhkan PN.

"Kami tidak banding. Kepastian itu setelah kami bicarakan dengan terdakwa," katanya.

Dia mengatakan, terdakwa adalah korban dari rayuan laki laki yang dikenalnya lewat Facebook. Perempuan itu juga sudah menanggung sanksi sosial yang cukup berat di tengah-tengah masyarakat. 

Malu, menyesal, berikut sederet beban psikologis di tengah-tengah anggota keluarga.

Diberitakan sebelumnya, terpidana tak mau menanggung malu sampai nekat membuang bayi hasil kumpul kebo yang baru dilahirkannya.

Bayi dibuang di kolam belakang rumah bercampur tumpukan sampah di atas permukaan air kolam.

Perbuatan kejam terdakwa itu diketahui oleh tetangganya sendiri saat membuang sampah di kolam.

Diakui LA, anak yang dilahirkannya itu hasil kumpul kebo dengan pemuda kenalannya.

Setelah menghamili LA, pria tersebut menghilang. 

Penulis: Hanif Manshuri
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help