Lapor Cak

6 Jam Urus E-KTP di Gedung Siola hingga Tertidur di Bangku Antrean 

Semua dilayani dalam satu lokasi. Namun karena banyaknya pemohon sehingga antrean cukup lama.

6 Jam Urus E-KTP di Gedung Siola hingga Tertidur di Bangku Antrean 
surya/nuraini faiq
Seorang  pemohon e-KTP tertidur di bangku kantor layanan Dispenduk Capil Kota Surabaya di Gedung Siola, Kamis (28/6/2018). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Dibutuhkan waktu enam jam untuk mengurus KTP di kantor Dispenduk Capil Kota Surabaya. Layanan berjam-jam ini diterima warga saat mereka membuat KTP elektronik di Gedung Siola Surabaya, Kamis (28/6/2018). 

Serli Hidayati, warga Kampung Kedunganyar, Kecamatan Sewahan, ditemani ibunya baru meninggalkan Gedung Siola mendekati pukul 15.00. Padahal dia mulai mendaftar pembuatan e-KTP baru itu mulai pukul 08.30.

"Mumpung libur, saya buat e-KTP baru ditemani Ibu. Tapi ya gitu, ramai dan antreannya lama sekali. Daripada tidak jadi urus, lama tidak apa-apa," kata Serli.

Wanita hendak kelas XII SMA ini tiba di Gedung Siola sudah banyak warga yang antre. Kebanyakan adalah membuat e-KTP baru. Saat liburan sekolah, banyak pelajar yang memasuki usia wajib e-KTP mengurus. 

Terutama para lulusan SMA/SMK banyak yang membuat e-KTP baru untuk tujuan kerja. Selain itu e-KTP baru itu untuk persiapan mengurus SIM atau tujuan lain.  "Siap-siap untuk kerja nanti," kata Serli

Ratusan warga Surabaya  memadati kantor Layanan Dispenduk Capil di Gedung Siola. Bahkan hingga sore masih banyak yang antre. Kantor yang membuka pelayanan hingga pukul 21.00 ini dipadati warga pemohon dari berbagai sudut kota.

Rata-rata mereka sampai antre tiga jam belum juga dilayani karena saking banyaknya pemohon pascalebaran.

Ada tiga loket layanan yang hingga pukul 14.00  tadi siang sudah menyentuh antrean ke-168.

Dewi Kurniati, warga Kenjeran, saat ditemui juga sudah sejak pukul 09.00 datang ke Siola. Namun dia sudah mendapat nomor antrean 189. Mau tidak mau, dia tertahan untuk mengurus e-KTP baru hingga pukul 14.30 WIB. 

 "Saya juga membuat e-KTP baru. Saya masih kelas dua naik kelas tiga. Kalau punya e-KTP mengurus apa saja jadi gampang, termasuk beli tiket dan isi kartu HP," kata Dewi. 

Halaman
12
Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help