Berita Madiun

Komplotan Spesialis Pencuri Komputer Sekolahan Berbagai Kota Ditangkap Polisi Madiun di Ponorogo

Menurut pengakuan pelaku, beberapa barang bukti hasil curian sudah dijual secara online ke Surabaya dan Jakarta.

Komplotan Spesialis Pencuri Komputer Sekolahan Berbagai Kota Ditangkap Polisi Madiun di Ponorogo
surya/rahadian bagus
Kapolres Madiun Kota , AKBP Nasrun Pasaribu didampingi Kasatreskrim Polres Madiun Kota, AKP Logos Bintoro, menunjukan barang bukti dan tersangka. 

SURYA.co.id | MADIUN - Komplotan pencuri komputer yang beraksi di empat sekolah dasar di Kota Madiun dibekuk Tim Satreskrim Polres Madiun Kota di Ponorogo, Senin (25/6/2018) malam.

Kapolres Madiun Kota, AKBP Nasrun Pasaribu, mengatakan empat pelaku yang ditangkap berinsial Rap(22) warga Kelurahan Mangkujayan, Kecamatan Ponorogo; DNAP (19) dan MAYF (19) warga Banyudono, Kecamatan Ponorogo; serta RATH (21) Kelurahan Rejosari, Kecamatan Babadan, Ponorogo.

"Begitu mendapatkan informasi tersangka berada di Ponorogo, anggota kami langsung bergerak dan kami mendapatkan beberapa tersangka dan barang bukti," Nasrun saat menggelar rilis kasus perkara di, Selasa (26/6/2018).

Keempat pelaku yang ditangkap sudah beraksi di empat sekolah dasar negeri di Kota Madiun, sejak April hingga Juni 2018. Empat sekolah tersebut yaitu, SDN 2 Winongo, SDN Ngegong, SDN Pilangbango, dan SDN Sukosari.

Masing-masing memiliki peran saat aksi pencurian dilakukan. Ada yang bertugas mengawasi, membongkar, mengangkut, dan berjaga di mobil.

Ia menuturkan, dari hasil pemeriksaan sementara, empat pelaku mengaku juga mencuri di sekolah di daerah lain, di antaranya di wilayah Kabupaten Madiun, Trenggalek, dan Ponorogo.

Kapolres menuturkan, sebelum melancarkan aksinya para pelaku melakukan pengamatan dan pemetaan lokasi target menggunakan Google Maps.

"Mereka menggunakan teknologi Google Maps untuk melakukan pengamatan dan pemetaan kondisi sekitar sekolah yang menjadi target," ungkapnya.

Dia mengatakan, dari hasil penggeledahan di rumah pelaku, polisi mengamankan barang bukti di antaranya 6 LCD Samsung, 7 CPU Intel NUC, 6 Keyboard Logitech, 5 mouse Logitech. Selain itu juga mobil Toyota Inova nopol AE 695 SL yang dipakai pada saat mencuri.

Menurut pengakuan pelaku, beberapa barang bukti hasil curian sudah dijual secara online ke Surabaya dan Jakarta. Meski demikian, pihaknya masih akan mencari barang bukti yang kemungkinan masih disimpan pelaku.

"Sebagian masih ada yang disimpan di rumah tersangka. Saat ini sedang kami periksa," ujarnya.

Ditanya apakah motif dari kasus pencurian ini ada hubungannya dengan kasus dugaan penyimpangan pengadaan ribuan komputer di SD dan SMP Kota Madiun tahun anggaran 2016-2017, pihaknya masih melakukan pendalaman.

"Kalau untuk motifnya masih kami dalami. Kemungkinan-kemungkinan itu ada, tapi masih kami dalami. Apakah memang ada pesanan atau tidak," paparnya.

Dia menambahkan, para pelaku akan dijerat dengan Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal sembilan tahun penjara.

Diberitakan sebelumnya, sejumlah komputer jenis Mini PC pengadaan tahun anggaran 2017 di empat SDN di Kota Madiun dicuri. Padahal sebagian besar komputer yang dicuri belum sempat digunakan oleh para siswa.

Penulis: Rahadian Bagus
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved