Berita Surabaya

Sudah Kuasai 62 Kota dan Kabupaten di 17 Provinsi, Go-Jek Siap Ekspansi di 34 Provinsi

Ditargetkan di tahun ini, juga sudah bisa merambah di 34 kota dan kabupaten di Jawa Timur.

Sudah Kuasai 62 Kota dan Kabupaten di 17 Provinsi, Go-Jek Siap Ekspansi di 34 Provinsi
surya/sugiharto
Regional Marketing Manager GO-JEK Surabaya - Bayu Wibowo (paling kanan), SVP Public Policy and Government Relation GO-JEK - Malikulkusno Utomo (tengah), District Manager Surabaya - Andrew Soeherman (paling kiri) berdialog dengan anggota Gojek yang mendapatkan apresiasi saat Halalbihalal di Masjod Cheng Ho Surabaya, Senin (25/6/2018). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Penyedia layanan aplikasi ojek online, Go-Jek, di 2018 ini akan agresif melakukan pengembangan layanan di berbagai kota di 34 provinsi.

Langkah bisnis ini ditargetkan bisa mendorong peningkatan kinerja perusahaan untuk go internasional dengan menggarap pasar negara-negara di Asia Tenggara.

"Hingga saat ini, kami sudah ada di 62 kota dan kabupaten di 17 provinsi. Targetnya hingga akhir tahun ini bisa melayani daerah di 34 provinsi," kata Malikulkusno Utomo, SVP Public Policy and Government Relations Go-Jek Indonesia, di sela kegiatan halal bihalal bersama 100 mitra Go-Jek di Surabaya, Senin (25/6/2018).

Sementara di Jawa Timur, Go-Jek sudah ada di beberapa kota dan kabupaten, antara lain, Surabaya, Sidoarjo, Mojokerto, Gresik, Kota Malang, Kota Batu, Probolinggo, Banyuwangi, dan lainnya.

Ditargetkan di tahun ini, juga sudah bisa merambah di 34 kota dan kabupaten di Jawa Timur.

"Untuk ekspansi ke daerah baru, kami siap mengikuti aturan atau regulasi operasional ojek onlinne baik roda dua, roda empat hingga layanan online dari kami lainnya," jelas Malikulkusno.

Selain itu, pihaknya berharap pemangku kepentingan juga memberikan kemudahan untuk mendapatkan izin, mengingat dampak ekonomi keberadaan ojek online sudah secara luas, tidak hanya customer, terutama para mitra.

Berdasarkan penelitian Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI) pada akhir 2017, Go-Jek berkontribusi sebesar Rp 192 miliar per tahun dalan perekonomian Surabaya melalui penghasilan mitra pengemudi. Dan Rp 49 miliar per tahun melalui penghasilan mitra Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

"Tak hanya itu, kami juga berikan penghargaan bagi mitra berprestasi. Dalam kegiatan halal bihalal di Surabaya ini, kami ada tiga mitra driver yang inspiratif untuk menjadi panutan bagi driver lainnya," ungkap Malikulkusno.

Ketiga driver itu adalah Soesi Ernawati Ketua Komunitas Go-Jek Cantik, Endri Margiyono Ketua Komunitas dan anggota tim unit reaksi cepat, dan Moch Baddar Efendi Ketua Komunitas Penggerak Group English Course.

Ketiganya mendapat penghargaan dari manajemen Go-Jek dengan harapan bisa menginspirasi lebih banyak orang untuk terus berbagi dan memberikan dampak sosial sehingga rantai kebaikan dapat terus ditularkan dan dirasakan seluruh masyarakat.

Tak hanya mitra driver, dalam kegiatan ang dihadiri wakil Gubenur Jawa Timur, Saifullah Yusuf itu juga diberikan penghargaan kepada Kober Mie Setan, Jl Kaca Piring, Surabaya.

UMKM depot makanan mie itu mendapat penghargaan sebagai UMKM dengan volume penjualan yang paling tinggi.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help