Berita Surabaya

Polda Jatim Minta Gunawan Angkawidjaja Serahkan Diri, Dinyatakan Buron sejak November 2017

Polisi berharap, Gunawan bisa kooperatif dalam menghadapi kasus ini dan datang secara baik-baik.

Polda Jatim Minta Gunawan Angkawidjaja Serahkan Diri, Dinyatakan Buron sejak November 2017
surya/fatkhul alami
Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera (tengah) memberi keterangan media di ruang Bidang Humas Polda Jatim, Senin (25/6/2018). 

Foto : Kabid Humas Polda Jagim, Kombes Pol Frans Barung Mangera (tengah) saat memberinketerangan kepada media di ruang Bidang Humas Polda Jatim, Senin (26/6/2018).

SURYA.co.id | SURABAYA - Polda Jatim secara resmi menetapkan Gunawan Angkawidjaja dan Linda Anggraini sebagai tersangka kasus tindak pidana pemalsuan surat dan dokumen akta. Gunawan adalah mantan istri dari Trisulowati Yusuf alias Chin Chin  bos Empire Palace.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera mengatakan, Gunawan dan Linda besekongkol membuat pernyataan di dalam akta seolah-olah Gunawan memiliki utang kepada Linda.

Selanjutnya, mereka sepakat berdamai dan tertuang di akta yang dibuat pada 3 Oktober 2016 di hadapan notaris Dini Andriani di Gresik.

"Akta yang dibuat disebukan bahwa Gunawan mengakui mempunyai utang kepada Linda yang tak lain ibu kandung Rp 665 miliar," sebut Barung di Mapolda Jatim, Senin (25/6/2018).

Dia juga menjelaskan di surat akta itu disebutkan Gunawan sepakat membayar utang tersebut secara bertahap dan menjaminkan beberapa aset kepada Linda.

Gunawan diberi modal Linda, juga emas yang di kalkulasikan senilai Rp 665 miliar.

Selanjutnya, lanjut Barung, mereka berdua merevisi isi akta perdamaian tersebut bahwa penjaminan aset-aset diganti dengan pembayaran bunga sebanyak 2 persen per bulannya atau Rp 13 miliar.

Setelah selidiki dan keterangan saksi-saksi, kata Barung, ternyata tidak ada utang piutang.

"Hanya tipu daya Gunawan, akal-akalannya dia saja. Sehingga kita menetapkan Gunawan yang membuat surat sebagai tersangka pada 7 Juni 2018, kita sudah melakukan pemanggilan sekali melalui pengacaranya," tegas Barung.

Dari keterangan beberapa saksi, baik saksi ahli notaris dan saksi-saksi lain menyebutkan bahwa isi akta tersebut palsu.

Polisi berharap, Gunawan bisa kooperatif dalam menghadapi kasus ini dan datang secara baik-baik sebagai warga negara Indonesia yang patuh hukum.

"Sudah kami tetapkan sebagai DPO dari November 2017. Indonesia tidak ada ekstradisi dengan Singapura, saksi ahli sudah menyatakan bahwa itu palsu. Saudara Gunawan sebaiknya mempertangjawabkan perbuatannya," pungkas Barung.

Penulis: Fatkhul Alami
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help