Pilpres 2019

PKS masih Optimistis Kadernya Jadi Cawapres Prabowo

"Sampai saat ini kami masih optimis dapat mengusung calon wakil presiden pendamping Prabowo Subianto."

PKS masih Optimistis Kadernya Jadi Cawapres Prabowo
surya/bobby constantine
Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menggelar halal bihalal dengan dihadiri Calon Gubernur Jawa Timur nomor urut dua, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), Sabtu (23/6/2018) di Surabaya. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) masih optimis dapat memberikan kadernya sebagai calon wakil presiden pendamping Prabowo Subianto.

Hal ini diutarakan oleh Sigit Sosiantomo, Ketua Bidang Wilayah Dakwah (Kawilda) Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Yogyakarta (Jatijaya) DPP PKS.

"Sampai saat ini kami masih optimis dapat mengusung calon wakil presiden pendamping Prabowo Subianto. Apalagi potensi kami bergabung dengan Gerindra cukup besar," kata Sigit di Surabaya, Sabtu (23/6/2018).

Untuk diketahui, Prabowo menjadi calon presiden yang diusung oleh Gerindra. Ketua umum partai Gerindra tersebut kini tengah mencari figur potensial yang digadang sebagai Cawapresnya.

Sementara untuk PKS saat ini masih menggodok sembilan nama yang digadang menjadi calon presiden. Sembilan nama tersebut antara lain Gubernur Jawa Barat dari PKS, Ahmad Heryawan; Wakil Ketua Majelis Syuro PKS, Hidayat Nur Wahid; Mantan Presiden PKS, Anis Matta; Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno.

Kemudian Presiden PKS, Mohamad Sohibul Iman; Ketua Majelis Syuro PKS, Salim Segaf Al'Jufrie; Mantan Presiden PKS, Tifatul Sembiring; Ketua DPP PKS, Al Muzammil Yusuf; dan Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera.

"Kami masih berusaha untuk memasukkan salah satu dari sembilan nama yang menjadi kandidat cawapres dari PKS. Komunikasi masih jalan terus cawapres dan kami optimis dapat posisi cawapres," ujarnya.

Menurutnya, PKS memiliki nilai lebih dibanding calon lain. Yakni, kendaraan partai yang dengan prosentase suara cukup besar berdasar hasil pemilu 2014 silam.

Yakni, PKS sebesar 8.480.204 suara (6,79 persen). Apabila digabungkan dengan suara Gerindra (14.760.371 atau 11,81 persen) hampir mencapai Presidential Threshold yang minimal memperoleh 20 persen.

"Kalau partai lain ingin membentuk poros ketiga atau keempat silakan. Terpenting, kami sudah solid dengan partai Gerindra," tegasnya.

Untuk menentukan potensi koalisi tersebut, pihaknya masih akan menunggu hasil pilkada serentak tahun 2018.

"Kalau di Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat menang maka kemungkinan potensi kemenangan pun semakin besar," urainya.

Untuk diketahui, PKS menjadi salah satu partai pengusung calon gubernur Jawa Timur Nomor urut dua, Saifullah Yusuf dan Puti Guntur Soekarno.

Selain PKS, paslon ini juga diusung Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), dan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra). (bob)

Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help