Berita Magetan

Tradisi Terbangkan Balon Udara di Ponorogo untuk Rayakan Lebaran, Ini Kata Danlanud Iswahjudi

Selain dimensi balon sangat besar, jarak terbang balon udara tanpa awak itu mencapai 35 ribu feet.

Tradisi Terbangkan Balon Udara di Ponorogo untuk Rayakan Lebaran, Ini Kata Danlanud Iswahjudi
surya/istimewa
Festival balon udara di lapangan Jepun, Desa/Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo yang merupakan tradisi warga masyarakat Ponorogo untuk merayakan Idul Fitri dan Syawalan. 

SURYA.co.id | MAGETAN - Tradisi menerbangkan balon udara tanpa awak untuk merayakan Idul Fitri dan Syawalan, bagi warga masyarakat Kabupaten Ponorogo merupakan budaya turun temurun yang sudah berlangsung lama.

Namun, di sisi lain, tradisi ini membahayakan dan mengganggu lalu lintas udara juga lingkungan.

"Balon udara itu menjadi masalah nasional. Kami sudah berusaha melakukan sosialisasi kepada masyarakat bersama Kepolisian, jajaran TNI lain, seperti Kodim dan Pemerintah Daerah (Pemda) setempat. Kami sosialisasikan dampak bahaya menerbangkan balon udara bagi penerbangan dan lingkungan sekitarnya," kata Komanda Lanud (Danlanud) Iswahjudi, Maospati, Magetan Marsekal Pertama (Marsma) TNI Samsul Rizal kepada SURYA.co.id, Jumat (22/6/2018).

Menurut Marsma Samsul, selain dimensi balon sangat besar, jarak terbang balon udara tanpa awak itu mencapai 35 ribu feet.

Sedangkan pesawat melintas di ketinggian 20 ribu feet sampai 25 ribu feet.

Tidak hanya itu, untuk menerbangkan balon udara masyarakat menggunakan tenaga api.

"Balon udara itu sangat besar dengan panjang tujuh meter dan lebar mencapai lima meter, dengan jarak terbang balon udara itu mencapai 35.000 feet dan lama terbang bisa sampai tujuh jam. Padahal pesawat terbang di ketinggian antara 20 ribu feet sampai 25 ribu feet,"jelas Marsma Samsul Rizal.

Dikatakan Danlanud Iswahjudi, wilayah udara Ponorogo, Pacitan, Ngawi, Madiun dan Magetan sebagian wilayah Jawa Tengah merupakan Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP) yang masuk wilayah kerja Lanud Iswahjudi.

"Balon udara itu tradisi budaya, tidak bisa dilarang. Kita akan wadahi dan buat regulasi yang tidak berdampak mengganggu dan membahayakan penerbangan di KKOP Lanud Iswahjudi," jelas Marsma Samsul Rizal.

Regulasi yang disosialisasikan di antaranya, ketinggian balon udara, saat diterbangkan tidak diperbolehkan lebih dari 150 meter dari permukaan tanah, dan balon udara tidak dibolehkan dilepas, tetapi harus diikat.

"Aturan yang sudah kita sosialisasikan itu diterima warga masyarakat di wilayah Ponorogo, bahkan warga sangat pro aktif. Lagian kalau balon udara tidak dilepas, balon yang dibuat bisa dipakai untuk merayakan Idul Fitri dan Syawalan tahun depan," kata Danlanud Samsul Rizal.

Dalam razia balon udara tanpa awak yang digelar TNI AU dibantu Kepolisian dan Kodim Ponorogo, berhasil diamankan sebanyak 166 balon udara berukuran besar.

Dari balon udara yang disita itu sebagian diserahkan pemiliknya secara sukarela.

"Operasi yang digelar selama tiga hari melibatkan kepolisian, Kodim dan Pemda setempat ditemukan kurang lebih 166 balon udara, sebagian diserahkan pemilik secara sukarela. Dihimbau kepada masyarakat, terutama di radius 15 kilometer dari Lanud Iswahjudi, tidak menerbangkan balon udara, kalau menerbangkan diluar radius itu dan patuhi regulasi yang ada," tandas Marsma Samsul Rizal.

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved