Berita Surabaya

Tahanan Kasus Korupsi Akan Nyoblos di Rutan Kelas 1 Kejati Jatim

Para tahanan yang terkait kasus korupsi di Jatim akan mengikuti Pilgub Jatim dari rutan kelas 1 Kejati Jatim.

Tahanan Kasus Korupsi Akan Nyoblos di Rutan Kelas 1 Kejati Jatim
surabaya.tribunnews.com/danendra kusumawardana
Didik Farkhan Alisyahdi (berkacamata) didampingi oleh Richard Marpaung 

SURYA.co.id | SURABAYA - Seluruh masyarakat Jatim berhak menggunakan hak pilihnya dalam gelaran pesta rakyat Pemilihan Gubernur Jatim 27 Juni 2018 nanti.

Begitu pula para tahanan kasus korupsi yang berada di rutan kelas 1 Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim.

Didik Farkhan Alisyahdi,  Asisten Pidana Khusus Kejati mengatakan, pihaknya masih melakukan proses pendaftaran dan koordinasi ke KPU kota Surabaya.

"Saat ini kami sedang melakukan koordinasi dengan KPU kota Surabaya perihal Pemilihan Gubernur untuk tahanan rutan kelas 1 Kejati," ujarnya.

Didik menjelaskan, saat ini pihaknya masih mengumpulkan NIK (Nomer Induk Kependudukan) para tahanan. Sebab, hal itu yang menjadi persyaratan utama bagi peserta pemilihan.

"Selain berkoordinasi dengan KPU kota Surabaya, kami juga mengumpulkan berkas seperti NIK para tahanan,'' jelasnya.

Sementara itu, Richard Marpaung, Seksi Penerangan Hukum Kejati Jatim menyebut ada 20 tahanan kasus korupsi yang berdomisili di Jawa Timur. Dari 20 orang tersebut 15 orang sudah memberikan NIK-nya dan telah terdaftar sebagai pemilih.

"Totalnya ada 21 tahanan, namun yang satu orang ini bukan warga Jawa Timur. Kami masih terus melakukan pendaftaran, sebab sebagian tahanan tidak membawa KTP," sebutnya.

Richard menambahkan, pelaksanaan penceblosan akan digelar di Kejati.

"Pelaksanaannya nanti di Kejati. Tetapi kami masih berkoordinasi dengan KPU. Seluruh pesertanya tahanan kasus korupsi," pungkasnya.

Penulis: Danendra Kusumawardana
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help