Lifestyle

Gaun Favorit Bridesmaid: Simple, Elegan, dan Tak Banyak Payet 

Lima tahun bekerja di Caroline Kosasih, Fida Annur dari Caroline Kosasih Grand City Mall Surabaya, memperhatikan perbedaan selera pembeli.

Gaun Favorit Bridesmaid: Simple, Elegan, dan Tak Banyak Payet 
surya/habibur rohman
Busana untuk pengiring pengantin (Bridesmaid) koleksi Caroline Kosasih dengan desain simple & Elelgan, Jumat (22/6/2018). 

SURYA.co.id, SURABAYA – Tak lagi ball gown ala princess, gaun simple dengan potongan A atau lurus banyak diminati para pendamping pengantin alias bridesmaid tahun 2018 ini.

Selama lima tahun bekerja di Caroline Kosasih, Fida Annur dari Caroline Kosasih Grand City Mall Surabaya, memperhatikan perbedaan selera pembeli.

Sebelumnya, masyarakat lebih terpikat pada gaun mewah potongan A, namun saat ini banyak yang memilih gaun simple, karena pembeli ingin gaunnya tak hanya dikenakan saat acara pernikahan, tetapi juga bisa dipakai pada pesta lainnya.

“Jadi sekarang banyak bridesmaid yang sukanya model gaun simple, elegan, tidak banyak payet tetapi lebih pada detailnya. Glitter tapi polos juga banyak peminatnya. Jatuhnya tetap simple sehingga bisa dipakai untuk acara lain,” jelasnya, Jumat (22/6/2018).

Dari segi warna, yang menjadi favorit adalah warna mewah seperti emas, silver, dan peach.

Biru tua jarang menjadi pilihan, namun sering dipilih oleh pembeli yang ingin tubuhnya tampak lebih ramping, atau memang mengikuti dresscode.

“Warna-warna cerah memang banyak yang beli dibanding warna gelap. Tapi semua itu sesuai selera,” terang Fida.

Dua gaya gaun yang menarik perhatian pembeli Caroline Kosasih baru-baru ini adalah gaun lengan panjang potongan A berwarna champagne, dan gaun tanpa lengan berbahan full tile.

Gaun lengan panjang tersebut dihiasi tile dan payet berbentuk V.

Kemudian, bagian tengah V dibiarkan kosong hanya menampilkan tile dasar.

Bagian leher diberikan potongan berbentuk oval.

“Lalu bagian gaun dari pinggang ke bawah, diberi bahan kain taffeta lembut, polos dengan potongan A, jadi sangat simple,” tuturnya.

Sedangkan gaun yang tanpa lengan dibuat dari bahan tile full atas sampai bawah, lalu ditambahkan payet.

Meski banyak payet yang digunakan pada gaun kedua, kesan simple tetap terlihat karena payet yang digunakan berukuran kecil, dan payet yang lebih besar difokuskan di bagian dada hingga pundak.

Penulis: Delya Octovie
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved