Berita Malang Raya

Bocah 8 Tahun Dianiaya Ibu Kandung Hingga Tewas. Ini Hasil Otopsinya

Polisi telah melakukan otopsi terhadap jasad bocah 8 tahun yang tewas di tangan ibunya sendiri di Malang. Ini hasilnya...

Bocah 8 Tahun Dianiaya Ibu Kandung Hingga Tewas. Ini Hasil Otopsinya
surabaya.tribunnews.com/ahmad amru muiz
Kapolres Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung memperlihatkan gayung air yang digunakan pelaku menganiaya anaknya hingga tewas, Jumat (22/6). 

SURYA.co.id | MALANG - Jasad AS (8) bocah 8 tahun dari Dusun Tempur, Desa Pagak, Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang yang dianiaya hingga tewas ibu kandungnya sendiri, telah diotopsi di RSSA Malang. 

Dari otopsi itu, terungkap bahwa AS mengalami pendarahan di kepala yang cukup berat. 

Kapolres Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung menjelaskan, selain mengalami pendarahan di kepala hampir menutup semua otak, di sekujur tubuh korban juga banyak luka. Mulai dari kaki, tulang kering, dada, punggung, dan kepala.

"Itu dikarenakan adanya pukulan baik oleh gayung plastik maupun tangan kosong serta gigitan ke tubuh korban oleh ibunya sendiri," kata Yade Setiawan Ujung dalam rilisnya, Jumat (22/6).

Baca: Ibu Kandung di Malang yang Hajar Anaknya Hingga Tewas Juga Sering Pukuli Suami

Untuk saat ini, dikatakan Yade Setiawan Ujung, kasus penganiayaan terhadap anak oleh ibu kandungnya sendiri hingga meninggal dunia masih terus dilakukan penanganan. Termasuk adanya kemungkinan korban sempat terbentur ke lantai saat menerima penganiayaan oleh pelaku.

"Jadi kami saat ini masih terus memproses kasus tersebut, termasuk meminta keterangan psikiater atas kondisi kejiwaan dari pelaku," tandas Yade Setiawan Ujung.

Seperti diketahui, SA (8) putra sulung pasangan Ani Musrifah (34) dan Mariat (36) warga Dusun Tempur Desa Pagak Kecamatan Pagak Kabupaten Malang meregang nyawa setelah mengalami penganiayaan yang dilakukan ibu kandungnya sendiri menggunakan gayung plastik dan pukulan tangan kosong, Selasa (19/6).

Diduga kepala SA juga sempat terbentur ke lantai dan juga digigit oleh ibu kandungnya.

"Itu bisa diketahui dari tubuh korban ada bekas gigitan dan luka di kepala," ucap IPDA Yulistiana Sri Iriana, Kanit UPPA Polres Malang.

Sedangkan pelaku, Ani Musrifah banyak diam dihadapan Penyidik UPPA Polres Malang. Ia mengaku menggigit korban selain memukuli dengan gayung mandi.

Halaman
12
Penulis: Ahmad Amru Muiz
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help