Citizen Reporter

Berlebaran Bahagia di Manchester

Semua berkumpul dengan selingan tontonan Piala Dunia, tanpa peduli asal daerah di Indonesia, agama, atau status sosial.

Berlebaran Bahagia di Manchester
ist

Seperti layaknya perayaan lebaran di tanah air, lebaran di negeri orang yaitu di Britania Raya tepatnya di kota Manchester, tidak berkurang makna kebersamaannya. Bagi yang tidak merayakan Idul Fitri, lebaran di negeri orang adalah momentum berbagi kebahagiaan dan terutama mengobati rasa kangen pada masakan Indonesia.

Undangan dari mantan Ketua Persatuan Pelajar United Kingdom tahun 2016, Media Wahyu Askar untuk merayakan lebaran bersama pelajar di UK di Manchester, Minggu (17/6/2018) membuat bersemangat. Itu kesempatan yang tidak boleh diabaikan.

Dengan kereta dari Preston menuju ke Manchester Oxford Road train station, membutuhkan waktu sekitar 46 menit perjalanan. Dari stasiun, perjalanan dilanjutkan dengan bus menuju ke rumah tempat lebaran dirayakan.

Bertemu dengan ketupat, bakso, sate padang, sate ayam, dan es buah yang disiapkan untuk acara hari itu membuat perasaan meleleh.

Tidak terlalu sulit untuk mendapatkan bahan-bahan yang diolah hari itu karena akses bahan baku, terutama bumbu seperti layaknya masakan Indonesia asli bisa dengan mudah diperoleh di Manchester. Itu bisa dibeli baik lewat toko Oriental maupun toko-toko Asia yang menjual bumbu yang mirip digunakan di Indonesia.

Alhasil, semua masakan tidak jauh dari cita rasa asli Indonesia. Di belakang rumah, layaknya di Indonesia, tuan rumah sudah menggelar tikar dan karpet untuk bercengkerama.

Saat tamu-tamu datang, itu menjadi bagian yang menyenangkan. Mereka membawa buah tangan masakan untuk disantap bersama-sama. Ada yang membawa klepon, bakwan sayur, buah-buahan, dan bahkan minuman berupa jus dan jenis minuman berkarbonasi.

Saat semua berkumpul dengan selingan tontonan Piala Dunia Jerman melawan Mexico, yang menyeruak di seisi rumah adalah sukacita, kegembiraan, dan kebersamaan. Terlebih lagi sapaan pada siapa saja, tanpa peduli asal daerah di Indonesia, agama, status sosial, semua yang hadir di hari itu berkumpul sebagai pelajar Indonesia yang sedang merayakan lebaran.

Inilah Indonesia yang sesungguhnya. Indonesia yang jauh dari prasangka dan sebaran berita dan kisah di media sosial yang sering penuh dengan muatan yang lupa semua masih Indonesia.

Inilah wajah Indonesia yang sesungguhnya. Damai, penuh kebersamaan, dan kerukunan serta menghargai satu sama lain. Ketika mangkok bakso sudah kosong, saatnya diisi dengan sate padang. Lebaran tahun ini benar-benar membahagiakan.

Herlina Yoka Roida
Kandidat PhD di School of Business and Enterprise
University of Central Lancashire UK
Pengajar di Fakultas Bisnis Unika Widya Mandala Surabaya

Editor: Endah Imawati
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help