Berita Lamongan

Bajak Website Bareskrim Polri, Pemuda Lulusan SD di Lamongan Dituntut 2 Tahun Penjara

Pemuda dari Lamongan yang hanya lulusan SD berhasil membajak website Bareskrim Polri. Dia pun dituntut 2 tahun penjara.

Bajak Website Bareskrim Polri, Pemuda Lulusan SD di Lamongan Dituntut 2 Tahun Penjara
americainformed
Ilustrasi 

SURYA.co.id | LAMONGAN - Trisna Handyarto (19), pemuda dari Kelurahan Blimbing, Kecamatan Paciran, Lamongan, dituntut 2 tahun penjar dalam persidangan yang berlangsung di PN Lamongan, Jumat (22/6/2018).

Pemuda lulusan SD ini jadi terdakwa setelah meretas situs Bareskrim Polri

"Ya tuntutan itu dibacakan dan digelar Kamis (21/6) siang kemarin," kata Penasehat Hukum Terdakwa Posbakum LABH AL BANNA Lamongan, Lukman Hakim, Jumat (22/6).

Dalam tuntutan JPU terungkap, pada kurun Desember 2017, terdakwa dengan sengaja atau melawan hak telah mengakses komputer, sistem elektronik milik pemerintah, yang digunakan layanan publik dengan cara menerobos atau menjebol sistem pengamanan milik Bareskrim.

Kemampuan Trisna ini berbuka dari perkenalannya dengan seorang berinisial H yang mengaku berjualan beberapa akses backdoor website melalui Facebook.

Dengan hanya membayar uang total Rp 30 ribu kepada H itulah, terdakwa mulai menjajal kemampuannya anya dengan uang Rp 20 ribu terdakwa mendapat domain Polri.

Ternyata kemampuannya itu disalahgunakan. Dia memasukkan script ke database yang menyebabkan personil bareskrim kesulitan untuk mengakses laman tersebut. 

Ujungnya pada 4 Januari 2018, ketika salah satu anggota Bareskrim hendak mengisikan data-data personil Bareskrim, ternyata website tidak dapat diakses dan muncul tampilan HACKED BY MR.B14CKR053.

"Perbuatan terdakwa itu menghambat pekerjaan Polri dan dapat terjadi pencurian data personil yang nantinya disalahgunakan," ungkap JPU Adhi.

Terdakwa dijerat pasal 48 ayat (1) jo pasal 32 ayat (1) jo pasal 52 ayat (2) UU RI nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan UU RI nomor 11 Tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik.

Terdakwa dijerat pasal berlapis, termasuk pasal 50 jo pasal 22 UU RI nomor 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi.

Jaksa penuntut umum juga mendatangkan saksi ahli dari bagian digital forensik Mabes Polri, Adi Setia pada agenda sidang sebelumnya.

Terdakwa ditahan sejak 11 Januari 2018. Dan kembali lagi menjalani tahanan ke Lapas usai tuntutan.

Sementara, Ketua Tim Penasehat Hukum dari Posbakum LABH AL BANNA, Lukman Hakim memastikan pada Senin (25/6) pihaknya akan membacakan pledoi."Itu pasti kita lakukan," katanya.

Penulis: Hanif Manshuri
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help