Citizen Reporter

Siap Menjadi Guide ke Bromo

Peserta menceritakan asal-usul atau kisah Gunung Bromo, kemudian pengajar menerjemahkan ke dalam bahasa Inggris. Itu terbukti efektif.

Siap Menjadi Guide ke Bromo
ist

Dusun Ketuwon, Desa Ngadiwono, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan dekat dengan Bromo. Itu menjadi peluang untuk mengembangkan kemampuan memandu wisatawan yang akan ke Bromo.

Sayangnya, tidak banyak warga yang dapat berbahasa Inggris supaya dapat mendampingi turis asing yang datang. Itu sebabnya, mahasiswa KKN Universitas Negeri Malang merancang program tentor bahasa Inggris tingkat dasar.

Dita Perdana, penanggung jawab program itu mengatakan, sebagian besar pemuda di dusun itu tidak menempuh pendidikan yang cukup tinggi. Itu menjadi tantangan bagi mahasiswa.

“Tentor dilakukan sebagai upaya pengembangan sumber daya manusia yang ada di Dusun Ketuwon dalam bidang pendidikan. Diharapkan, mereka bisa menjadi pengajar baik bagi adik, teman maupun masyarakat sekitar,” kata Dita.

Kegiatan dilakukan setiap hari sejak KKN dimulai akhir Mei 2018 mulai pukul 21.00–23.00 di Balai Dusun Ketuwon. Waktu tidak menjadi penghalang untuk mereka belajar karena pagi atau siang hari mereka sibuk di ladang. Antusiasme masyarakat patut diapresiasi mengingat di desa itu belum pernah ada program mahasiswa KKN.

Setelah seminggu menjalani tentor, sebagian pemuda sudah bisa menyusun percakapan sederhana melalui beberapa kalimat. Mereka juga mulai mengetahui tata bahasa serta beberapa rumus tenses.

Dayat, salah satu pemuda yang ikut belajar mengatakan, program itu sangat bagus dan membantu. “Itu menambah ilmu dan pengalaman saya khususnya tentang bahasa Inggris,” kata Dayat.

Choirul Bashori selaku Koordinator Desa menjelaskan, dalam program itu diberikan basic English for economy and tourism, pengajaran strategi belajar mengajar, literasi, strategi ekonomi pemasaran, dan public speaking.

“Program itu menjelaskan tentang tata bahasa, jenis-jenis kata, tenses, kosa kata, dan kalimat yang sering digunakan dalam bahasa Inggris,” ujarnya.

Pengajaran menyediakan fasilitas sharing yaitu antara pengajar dan peserta untuk berbagi ilmu. Peserta dapat menceritakan asal-usul atau kisah Gunung Bromo dalam bahasa Indonesia, kemudian pengajar menerjemahkan ke dalam bahasa Inggris.

Cara itu sangat membantu peserta menjadi pemandu wisata. Program kerja itu diharapkan bisa menambah pengetahuan masyarakat mengenai ilmu yang diberikan dan menjadi peluang mereka menjadi pemandu wisata di Gunung Bromo.

Firman Aji Pamasyah
Pendidikan Biologi Universitas Negeri Malang
firmanajipamasyah@gmail.com

Editor: Endah Imawati
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help