Viral Media Sosial

Ini di Indonesia, Dokter Amalia Usmaianti Harus Berjalan Kaki 16 KM Demi Obati Pasien

Kisah Dokter Amalia Usmaianti ini akan menguras air mata keprihatinan. Kondisi sedemikian buruk masih dialami warga Papua.

Ini di Indonesia, Dokter Amalia Usmaianti Harus Berjalan Kaki 16 KM Demi Obati Pasien
FACEBOOK
Amalia Usmaianti dan timnya menggotong rekannya, seorang bidan, yang sakit memakai tandu bambu dan sarung. 

Jalanan di 5 kampung pada distrik yang berbatasan langsung dengan Papua Nugini ini juga belum diaspal.

Hal ini menyebabkan mobilitas menjadi sangat terbatas.

“Jadi dari kabupaten ke distrik Ninati jalannya tidak aspal semua. Jalannya tanah liat yang kalau hujan jadi lumpur, tidak bisa dilewati kendaraan.

Kampung Ninati yang kena aspal namanya Kampung Tembutka,” kata Amalia.

Tak hanya akses jalan, keterbatasan air dan listrik juga jadi masalah tersendiri di Distrik Ninati.

“Ternyata harus hujan dulu baru deh bak mandi terisi. Untuk keperluan mandi dan mencuci, kami biasa ke sungai.

Untuk konsumsi kami ambil dari mata air di dekat rumah-rumah warga,” kisah Amalia.

Amalia menambahkan, ketersediann listrik di Ninati yang disuplai dari tenaga solar juga tidak dapat dipastikan waktunya.

“Kadang solar susah dicari, bisa sebulan hanya sekali (nyala), bisa juga sebulan itu satu atau dua minggu nyala terus karena ada dana dari kampung (untuk membeli solar),” kata dia.

Amalia Usmaianti, dokter muda yang melayani kesehatan masyarakat pedalaman Papua.
Amalia Usmaianti, dokter muda yang melayani kesehatan masyarakat pedalaman Papua. (Dok. Pribadi/Amalia Usmaianti)

Ia berharap, jalan di Distrik Ninati segera diaspal.

Selain memudahkan proses merujuk pasien, akses jalan yang baik juga memudahkan masyarakat untuk berinteraksi dengan dunia luar dan menjual hasil tanamnya ke kota.

“Saya sendiri merasakan kesulitan untuk merujuk pasien karena jalannya hancur sekali. Masyarakat di sana juga butuh informasi, mereka perlu contoh agar bisa lebih maju pemikirannya,” ujar Amalia.

Semua pelayanan kesehatan yang disediakan di Puskesmas diberikan secara gratis bagi masyarakat.

Di Distrik Ninati, tingkat pendidikan masyarakat masih rendah.

Untuk hidup sehari-hari, mereka mengandalkan hasil bertanam dan mencari ikan di sungai. Selain itu, mereka juga menerima dana bantuan dari pemerintah setiap 3 bulan sekali.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul : "Foto-fotonya Bertugas di Pedalaman Papua Viral, Ini Kisah Dokter Amalia".

Editor: Tri Mulyono
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved