Berita Surabaya

Siap-siap! Besaran SPP SMA/SMK di Jawa Timur Naik saat Tahun Ajaran Baru Dimulai

Para wali murid jenjang SMA/SMK harus siap mengeluarkan anggaran lebih untuk biaya pendidikan anak-anaknya.

Siap-siap! Besaran SPP SMA/SMK di Jawa Timur Naik saat Tahun Ajaran Baru Dimulai
ist
ilustrasi 

SURYA.co.id | SURABAYA - Para wali murid jenjang SMA/SMK harus siap mengeluarkan anggaran lebih untuk biaya pendidikan anak-anaknya.

Sebab, Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim telah merencanakan untuk menaikkan besaran SPP mulai tahun ajaran baru pada Juli 2018.

Kepala Dindik Jatim, Saiful Rachman menuturkan, tahun ajaran baru akan ada perubahan terkait SE Gubernur tentang SPP.

Pihaknya sedang melakukan evaluasi dan penyesuaian nominal SPP dengan situasi sekarang.

"Banyak masukan dari sekolah-sekolah ada yang naik atau turun. Tapi ya lebih banyak naiknya (SPP)," tutur Saiful ditemui SURYA.co.id, Senin (18/6/2018).

Saiful mengungkapkan kenaikan SPP ini karena sekolah-sekolah cukup banyak yang mengeluh atas pemberlakuan SE Gubernur tersebut.

Apalagi, ada sekolah yang semula SPP-nya tinggi kemudian turun drastis. Misal dari semula SPP Rp 200 ribu menjadi Rp 75 ribu karena mengikuti SE.

Ditanya terkait SPP di Surabaya, Saiful mengaku akan ada penyesuaian. Dalam artian, SPP SMA/SMK di Surabaya akan mengalami kenaikan.

"Sebenarnya kalau Surabaya sekarang banyak yang orangtuanya menjadi donatur resmi. Ada yang satu bulam memberi Rp1 juta itu biasa. Di SMA komplek misalnya," ungkapnya.

Disinggung terkait rencana pemberlakuan SPP tunggal, Saiful mengaku belum bisa merealisasikannya. Meski sebenarnya konsep tersebut dapat dijadikan solusi subsidi silang.

Kepala Cabang Dindik Jatim Wilayah Surabaya, Sukaryantho menambahkan, pihaknya sampai saat ini belum dapat memastikan adanya kenaikan SPP. Sebab, penetapan SPP menjadi kebijakan kepala Dindik Jatim.

"Kami hanya melaksanakan aturannya saja. Jadi belum tau berapa besar kenaikannya," tutur Karyantho.

Menurut informasi, kenaikan SPP untuk jenjang SMK di Surabaya akan dinaikkan antara Rp50 ribu hingga Rp 75 ribu untuk jurusan teknik.

Dengan asumsi, biaya pendidikan siswa per bulan total untuk jurusan teknik sebesar Rp425 ribu.

Sementara dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang diterima sebesar Rp 116 ribu per siswa per bulan, maka kekurangan yang harus ditanggung siswa sebesar Rp 309 ribu.

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Adrianus Adhi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help