Citizen Reporter

Mahasiswa UM Ciptakan Perangkap Hama Ngengat

P-MOAT menjadi perangkap hama ngengat yang menyerang bawang merah. Akan tetapi, itu akan berkembang menjadi perangkap hama ngengat di sektor lainnya.

Mahasiswa UM Ciptakan Perangkap Hama Ngengat
ist

Lima mahasiswa Universitas Negeri Malang menciptakan teknologi perangkap hama ngengat yang diberi nama Portable Moth Atractor Technology (P-MOAT). Ngengat menjadi hama yang merugikan petani bawang merah.

Robby Wijaya, Ketua Tim P-MOAT mengungkapkan, terciptanya alat ini berawal dari permasalahan yang didapatkan dari studi lapangan pada salah satu daerah penghasil bawang merah terbesar di Jawa Timur, yaitu Probolinggo. Sepulang dari sana, Robby dan kawan-kawan berupaya membuat P-MOAT.

“Kami ingin membuat produk yang dapat dimanfaatkan masyarakat,” kata mahasiswa Pendidikan Teknik Otomotif itu.

P-MOAT menjadi perangkap hama ngengat pada bawang merah. Akan tetapi, itu tidak menutup kemungkinan untuk berkembang menjadi perangkap hama ngengat di sektor lainnya. Produksi dilakukan sejak Mei 2018 di Desa Asrikaton, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang.

Sebelumnya petani bawang merah sudah memiliki perangkap hama. Akan tetapi, alat itu tidak begitu efektif.

“Petani menggunakan listrik dari PLN sehingga biaya operasional meningkat yang berdampak pada menurunnya pendapatan bersih. Selain itu, penggunaan air sebagai media penjebak juga kurang efektif karena masih besar kemungkinan hama yang tertangkap lepas,” sambung Ketua Tim PKM Kewirausahaan itu.

Kelemahan-kelemahan itulah yang dijadikan mahasiswa bimbingan Widiyanti sebagai kelebihan dan akan diperkenalkan ke petani bawang seluruh Indonesia. Menggunakan lampu LED dan baterai sebagai sumber listrik membuat alat ini memiliki tingkat keamanan yang lebih baik terhadap petani.

Selain itu, menggunakan sistem Lampu Tabung Lem (LaTaLe) menjadikan produk ini memiliki tingkat efektivitas 40 persen lebih baik berdasarkan uji coba yang mereka lakukan. Bukan hanya itu, P-MOAT juga dilengapi lem yang diciptakan dari formula khusus yang mampu menarik dan membunuh hama yang hinggap pada alat yang telah diolesi lem.

Dalam waktu dekat, produk akan diperkenalkan melalui Instagram @p_moat dan website www.pmoat.com. Sebelum menjadi produk yang akan diproduksi massal, P-MOAT juga telah memiliki beberapa prestasi. Penemuan itu menjadi Juara 1 Festival Entrepreneur Nasional 2017 di Universitas Negeri Jakarta dan meraih Gold Medal Idris 2017 di Malaysia.

Ni'matus Solihah
Jurusan Kimia Universitas Negeri Malang

Editor: Endah Imawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved