Berita Entertainment

Musibah Datang Tanpa Henti, Begini Cara Umi Pipik Bangkit Dari Keterpurukan Hingga Nafkahi 4 Anaknya

Setelah lima tahun berlalu, Umi Pipik berhasil bangkit dari keterpurukan serta mampu mendidik dan membesarkan keempat buah hatinya

Musibah Datang Tanpa Henti, Begini Cara Umi Pipik Bangkit Dari Keterpurukan Hingga Nafkahi 4 Anaknya
WARTA KOTA/NUR ICHSAN
Pipik Dian Irawati pada acara peluncuran KIA Residence milik Chintyara Alona, di kawasan Kreo, Pondok Aren Kota Tangerang Selatan, Minggu (18/1/2015). 

“Ibu itu sangat penting bagi anak-anak. Ibu adalah icon yang 24 jam pasti bersama anaknya 
dibandingkan ayah. Karena ayah kan bekerja untuk mencari nafkah,” ujarnya.

“Jika ingin memiliki anak yang saleh, rajin salat, lihat dulu kita sebagai ibunya rajin salat nggak? Anak sering salat berjamaah nggak dengan ibunya? Atau kita sebagai ibu hanya menyuruh saja?  Kita ingin punya anak rajin baca al-Quran. Kita lihat ibunya, mengajari anaknya membaca al-Quran nggak?

Karena anak ini akan melihat, bagaimana yang dia contoh,” lanjut Ummi Pipik.
Menurut Ummi Pipik, jika anak tidak sesuai dengan yang diharapkan, maka yang harus mengevaluasi diri adalah orangtuanya. “Jadi, kalau anak kita akhirnya nggak sesuai dengan harapan kita. Ya, yang harus dievaluasi adalah kita dulu sebagai orangtuanya,” katanya.

Umi Pipik menjelaskan bahwa ada banyak anak yang menganggap orangtuanya sebagai monster yang menyeramkan.

Anak-anak itu taat kalau di depan orangtuanya. Sementara di luar, anak-anak itu bebas melakukan apa saja sesukanya.

“Jangan sampai kita jadi orangtua seperti itu. Jadilah sahabat yang baik untuk mereka. Memberikan nasihat yang baik. Memberi batasan-batasan mana yang baik dan buruk, utamanya sih memberikan contoh, teladan yang baik,” jelasnya.

“Biasanya, ummi dan almarhum Uje mendidik anak dengan memperlihatkan contoh yang nyata, bukan hanya bicara. Misalnya, waktu kita jalan naik mobil sekeluarga. Kemudian ada tukang minta-minta. Biasanya ummi berhenti dulu. Ummi bilang ke anak-anak, ayo kalian mau ngeluarin uang nggak buat sedekah ke mereka?” ujarnya.  

Umi Pipik memberi saran kepada para orangtua untuk tidak menyayangi anak secara berlebihan.

“Tidak semua permintaan anak harus dituruti dan dipenuhi. Misalnya, ketika anak minta sepatu baru, karena lihat temannya pakai sepatu baru dengan merek tertentu. Kita lihat dulu, sepatu anak masih bagus dan layak dipakai nggak. Jangan sampai membelikan sesuatu untuk gaya saja. Itu kebiasaan yang kurang baik,” tuturnya.

Ketika ditanya tentang cara mendidik keempat anaknya, Umi Pipik menjelaskan “Tips pengen punya anak yang rajin baca qur’an…. lihat diri kita dulu, baca alqur’an gak di depan anak2 … kita ajarin gak anak2 kita baca alqur’an… kalau kitanya malas ya anak kita pasti malas… simple kan”.
Meskipun masih kecil, kemampuan Bilal membaca Alquran tidak perlu diragukan lagi.

Halaman
1234
Editor: Putra Dewangga Candra Seta
Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help