Berita Entertainment

Musibah Datang Tanpa Henti, Begini Cara Umi Pipik Bangkit Dari Keterpurukan Hingga Nafkahi 4 Anaknya

Setelah lima tahun berlalu, Umi Pipik berhasil bangkit dari keterpurukan serta mampu mendidik dan membesarkan keempat buah hatinya

Musibah Datang Tanpa Henti, Begini Cara Umi Pipik Bangkit Dari Keterpurukan Hingga Nafkahi 4 Anaknya
WARTA KOTA/NUR ICHSAN
Pipik Dian Irawati pada acara peluncuran KIA Residence milik Chintyara Alona, di kawasan Kreo, Pondok Aren Kota Tangerang Selatan, Minggu (18/1/2015). 

Koleksi pakaian di butiknya pun banyak diminati oleh masyarakat. 
Selain mengurus anak-anak dan butiknya, Ummi Pipik juga aktif mengisi tausiah dan beragam kegiatan sosial lainnya.

Ibu Rumah Tangga, Sedekah yang Abadi

Pipik Dian Irawati
Pipik Dian Irawati (kompas.com)

Menurut Umi Pipik, menjadi ibu rumah tangga adalah profesi sangat mulia bagi seorang perempuan.

“Menjadi ibu rumah tangga adalah sedekah yang abadi. Tidak ada yang bisa mengalahkan sedekah seorang ibu rumah tangga. Ia rela mengurus anak dan keluarganya dalam satu hari 24 jam, setiap hari, sepanjang tahun, bahkan tidak ada hari libur,” tuturnya.

Sebelum ditinggal suaminya, Umi Pipik hanya fokus pada keluarga. Umi Pipik lah yang mengasuh dan mendidik empat orang anaknya. Ada pun bisnis butik yang dibangun bersama suami, itu bukanlah prioritas utama.

“Seorang perempuan menikah bukan berarti ide-ide dan kreativitas menjadi mati. Kita tetap bisa berkarya dengan catatan tidak meninggalkan tugas utama, yaitu mengurus dan mendidik anak-anak. Ummi sewaktu Ujemasih ada, Uje yang bertugas mencari nafkah. Ummi di rumah, karena memang seharusnya begitu,” ujarnya.

Seorang perempuan yang sudah menikah dan memiliki anak, idealnya memang menjadi ibu rumah tangga. Namun, ada kondisi-kondisi yang membuat ibu itu harus bekerja di luar rumah.

“Mungkin karena faktor ekonomi yang tidak mencukupi atau seperti ummi yang ditinggal wafat oleh suami. Kita tidak boleh menghakimi seorang istri dan ibu yang bekerja di luar rumah, berbaik sangka saja dan bersyukur dengan keadaan kita. Jangan merasa diri paling benar, sehingga mudah menghakimi orang lain,” lanjutnya.

Mendidik Anak dengan Teladan

Umi Pipik dan Abidzar
Umi Pipik dan Abidzar (Kolase)

Banyak teori dalam mendidik anak. Namun, bagi Ummi Pipik, cara yang paling ampuh adalah dengan memberikan teladan.

Halaman
1234
Editor: Putra Dewangga Candra Seta
Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help