Citizen Reporter

Parcel untuk Mbah Kamsiyatun

Setiap kelas dibagi menjadi 6-7 kelompok untuk membuat parcel. Alat dan bahan telah mereka siapkan dari rumah.

Parcel untuk Mbah Kamsiyatun
ist

Ramadan menjadi bulan penuh rahmat dan melatih kesabaran diri. SD Kyai Ibrahim mengajak para siswanya untuk berbagi. Super Class Event merupakan momen yang dinanti siswa.

Para siswa membuat dan membagikan parcel kepada warga miskin dan anak yatim di sekitar sekolah. Seluruh siswa antusias menyambutnya. Mereka merencanakan membuat parcel paling menarik untuk dibagikan.

Sekitar 650 siswa mulai mengkreasikan parcel dengan keunikan ide mereka di Super Class Event, Selasa (5/6/2018). Itu merupakan perhelatan akbar menutup kegiatan Ramadan.

Sebelumnya, kegiatan Pondok Ramadan Ceria selama satu minggu (21-25 Mei 2018) yang diikuti siswa kelas 1–5 dilanjut dengan Super Camp Ramadan selama dua hari (30-31 Mei 2018). Siswa kelas 5 menginap di sekolah.

Setiap kelas dibagi menjadi 6-7 kelompok untuk membuat parcel. Alat dan bahan telah mereka siapkan dari rumah. Tak mau kalah dengan orang dewasa, anak-anak membuat parcel agar tampak unik dan menarik. Isi parcel bervariasi.

Waktu pembuatan parcel hanya dua jam. Itu tak menyurutkan semangat mereka untuk menuangkan ide dan imajinasi. Pita dan kertas warna-warni ikut mempercantik parcel. Sebagian siswa memanfaatkan kardus bekas yang sudah dilapisi kertas kado sebagai wadah. Ada juga yang menggunakan keranjang.

“Saya akan buat parcel sendiri di rumah untuk Mama dan Ayah. Sekarang, saya sudah tahu caranya,” ujar Nadiva, siswa kelas 3 sambil memasang pita di atas parcel.

Semua parcel yang sudah jadi dikumpulkan di halaman sekolah dan siap dibagikan. Ada 135 parcel ceria dengan bentuk beraneka. Beberapa warga yang mendapat kupon pun sudah menunggu di halaman.

“Bapak dan Ibu, ini adalah parcel dari siswa kami. Semoga parcel yang diterima ini bermanfaat dan mohon doanya untuk kesuksesan siswa-siswa kami,” demikian sambutan Ranu, Kepala SD Kyai Ibrahim.

Para penerima parcel tampak bahagia, terpancar dari senyum sumringah mereka. Kamsiyatun, nenek sebatang kara yang tinggal di rumah sepetak merasa senang karena baru kali ini dia menerima parcel. Sambil berucap terima kasih, matanya berkaca-kaca.

Nur Sofiah
Pengajar di SD Kyai Ibrahim Surabaya

Editor: Endah Imawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved