Berita Surabaya

Lewat OSCAR, Mahasiswa Unair Hidupkan Pos Baca di Sidotopo

Mahasiswa jurusan Ilmu Informasi dan Perpustakaan Universitas Airlangga menghidupkan Pos Baca di kampung Sidotopo Jaya. Begini hasilnya

Lewat OSCAR, Mahasiswa Unair Hidupkan Pos Baca di Sidotopo
surabaya.tribunnews.com/danendra kusumawardana
Anak-anak sedang membuat kartu ucapan lebaran dan batik celup setelah membaca buku tentang kerjinan tangan di Pos Baca Jalan Sidotopo Jaya gang 8 no 7, Rabu (13/6). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Empat mahasiswa jurusan Ilmu Informasi dan Perpustakaan Universitas Airlangga dinyatakan lolos oleh kemenristekdikti untuk mengIkUti pagelaran Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian kepada Masyarakat (PKMM). Karya yang dinyatakan lolos tersebut berbentuk sebuah pos baca yang diberi nama "OSCAR".

Achmad Rizki, Fauziah silvana, Puput ayu ramadhani, dan Wahyu Perdana sepakat untuk mengimplementasikan karya tersebut di sebuah pos baca yang terletak di Jalan Sidotopo Jaya gang 8.

Achmad Rizki, ketua Program PKMM mengatakan, alasan kelompoknya memilih pos baca yang berada di Jalan Sidotopo Jaya gang 8, lantaran anak-anak dan pemuda di sana melakukan kegiatan yang kurang bermanfaat saat waktu luang.

"Anak-anak disini sudah banyak yang merokok dan kecanduan gadget," katanya.

Maka dari itu, Rizki dan tiga temannya ingin mengubah kebiasaan tersebut dengan treatment program unggulan yakni Literasi Kreatif.

Mereka tak hanya mengajak anak-anak dan pemuda untuk gemar membaca, melainkan juga mengajarkan membuat sebuah karya dari apa yang telah dibaca. Rizki mencontohkan, setelah anak-anak membaca buku Novel, mereka akan diajak untuk membuat puisi.

"Seperti sekarang, setelah anak-anak membaca buku kerajinan tangan, kami ajak bikin batik celup, lalu kemarin kami membuat kartu ucapan lebaran. Jadi, Tak sekedar membaca, tapi juga harus bisa mengimplementasikannya," terang Rizki.

Rizki dan teman-temannya juga menerapkan teori yang ada pada disiplin ilmu yang ditekuni yakni teori Riding for Pleasure dan teori literasi.

Kedua teori tersebut menjadi inspirasi mereka dalam membuat program unggulan literasi kreatif.

"Teori riding for pleasure digunakan agar anak-anak bisa terlepas dari kebiasaan tidak bermanfaat karena membaca buku itu untuk kesenangan. Sedangkan teori literasi membahas tentang bagaimana orang mengevaluasi buku yang mereka baca dan menerapkannya," jelasnya.

Halaman
123
Penulis: Danendra Kusumawardana
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved