Citizen Reporter

Ini Tradisi Nanjak Ambeng Wong Ciran

Lingkaran-lingkaran kecil itu tampak hening saat menyantap hidangan dalam satu ambeng. Makannya tanpa sendok dan langsung disuap dengan tangan.

Ini Tradisi Nanjak Ambeng Wong Ciran
ist

Setiap daerah pasti memiliki tradisi dalam mengakhiri Ramadan. Begitu pula di Desa Paciran, Kabupaten Lamongan. Warga Desa Paciran tepatnya di kompleks Pondok Pesantren Karangasem memiliki kebiasaan mengadakan nanjak ambeng. Nanjak dalam bahasa Paciran artinya makan bersama, sedangkan ambeng yaitu nasi dalam talam.

Tradisi ini sudah berjalan hampir lima tahun. Itu bermula dari pengajian rutin Ramadan di sana dan kemudian didesain dengan menambahkan acara buka bersama dengan cara nanjak ambeng.

Lama-lama itu menjadi kebiasaan bagi warga Paciran. Sampai saat ini nanjak ambeng mulai dilakukan di setiap masjid dan musala yang ada di Paciran.

Puluhan sampai ratusan ambeng disediakan untuk berbuka bersama. Ambeng-ambeng itu donasi warga Paciran yang memiliki rezeki lebih.

Jadi, tidak heran kalau menu yang disediakan juga beragam dan banyak variasi. Ada nasi kuning, nasi uduk, sayur lodeh, maupun lalapan aneka warna. Selain itu juga disajikan berbagai macam takjil sebagai pembuka sebelum menyantap ambeng.

Tahun ini tradisi nanjak ambeng diadakan Minggu (10/6/2018). Ratusan Wong Ciran (sebutan untuk warga Desa Paciran) memadati gang.

Ratusan ambeng sudah berjajar rapi di sepanjang gang kompleks Pondok Pesantren Karangasem.
Tak lama berselang, seperti ada yang mengatur, mereka membentuk grup-grup kecil. Ada ratusan lingkaran manusia yang mengelilingi ambeng dan semua makan dalam satu wadah ketika waktu berbuka tiba.

Lingkaran-lingkaran kecil itu tampak hening saat menyantap hidangan dalam satu ambeng. Makannya tanpa sendok dan langsung disuap dengan tangan.

Ada berkah tersendiri bila bisa makan bersama dalam satu wadah. Semuanya sama. Semua menyantap hidangan di jalanan dan tak ada yang terpisah di ruang VIP layaknya prasmanan di even-even resmi masa kini.

Semua puas. Begitu ambeng selesai disantap bersama, dengan teratur dan rapi semua yang hadir membersihkan sisa makanan di masing-masing lingkaran. Jalanan pun kembali bersih.

Tradisi nanjak ambeng ini memang masih kental di kalangan Wong Ciran. Kerinduan akan momen seperti inilah yang membuat Wong Ciran selalu ingin kembali pulang meski berada di tanah rantau.

Arum W Naini
Mahasiswi Komunikasi yang hobi nulis dan traveling

Editor: Endah Imawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help