Berita Malang Raya

Diduga Mencopet di Dalam Bus, Dua Pria di Malang Disergap Polisi

Polisi menangkap dua pria asal Malang yang diduga melakukan aksi pencopetan di dalam bus. Begini kronologinya...

Diduga Mencopet di Dalam Bus, Dua Pria di Malang Disergap Polisi
ist
ilustrasi copet 

SURYA.co.id | MALANG - Polisi menangkap dua pria yang diduga melakukan aksi copet di dalam sebuah bus yang melaju. 

Keduanya adalah Irfan (30), warga Desa Mojosari, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, serta Sugeng (46), warga desa Majang, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang. 

Mereka ditangkap Rabu (13/6/2018).

Kasubag Humas Polres Malang, AKP Farid Fathoni menjelaskan, penangkapan terhadap dua orang diduga pelaku pencopetan setelah adanya laporan masuk dari dua orang penumpang bus korban pencopetan.

Para korban tersebut kehilangan dompet berisi uang dan dokumen pribadi.

Jajaran Polres Malang yang tergabung dalam operasi ketupat Semeru 2018 langsung bertindak dengan melakukan razia penumpang bus.

"Di salah satu bus antar kota yang dihentikan di Jalinbar Kepanjen tim Operasi Ketupat akhirnya mengamankan dua orang diduga pelaku pencopetan dalam bus," kata Farid Fathoni mendampingi Kapolres Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung.

Dua orang diduga pelaku pencopetan dalam bus tersebut, menurut Farid Fathoni, langsung dibawa ke Mapolres Malang untuk dilakukan tindak lanjut dugaan pencopetan. Dimana dari dua orang diduga pelaku pencopetan tersebut juga diamankan barang bukti hasil kejahatan.

"Keduanya terancam dijerat Pasal 362 KUHP tentang pencurian dengan ancaman hukuman lima tahun penjara," ucap Farid Fathoni.

Atas kasus tersebut, dikatakan Farid Fathoni, pihaknya mengharapkan masyarakat hati-hati dan waspada terhadap barang bawaannya ketika dalam perjalanan mudik di dalam bus. Ini dikarenakan dimungkinkan masih adanya pelaku-pelaku kejahatan yang mengincar barang bawaan pemudik di dalam bus.

"Dan jajaran Polres Malang dalam rangka Operasi Ketupat Semeru 2018 siap menindak tegas siapapun yang nekat melakukan aksi kejahatan kepada pemudik lebaran," tutur Farid Fathoni.

Penulis: Ahmad Amru Muiz
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help