Pilkada 2018

Wujudkan Pilkada Berlangsung Jujur, Tim Bangkalan Berani Bangkit Borong Kamera Pengintai Rp 1 Miliar

Tim Bangkalan Berani Bangkit memborong kamera seharga Rp 1 miliar untuk memastikan pilkada berlangsung jujur.

Wujudkan Pilkada Berlangsung Jujur, Tim Bangkalan Berani Bangkit Borong Kamera Pengintai Rp 1 Miliar
surabaya.tribunnews.com/ahmad faisol
Ketua Tim Pemenangan Bangkalan Berani Bangkit KH hasani Zubaer (tengah) didampingi Cawabup Sudarmawan (kiri) menunjukkan salah satu model kamera pengintai di hadapan awak media di Posko Pemenangan Farid-Sudarmawan Jalan Teuku Umar, Selasa (12/6/2018) petang. 

SURYA.co.id | BANGKALAN - Segala persiapan dilakukan Tim Bangkalan Berani Bangkit untuk mengawal pelaksanaan Pilkada Bangkalan berjalan jujur, adil, dan transparan. Salah satunya dengan menyiapkan kamera pengintai di semua Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Tak tanggung-tanggung, tim pemenangan pasangan calon nomor urut 1 Farid Alfauzi-Sudarmawan merogoh kocek hingga sekitar Rp 1 miliar untuk memborong kamera pengintai.

"Kami sediakan kamera pengintai dalam beragam bentuk, tersembunyi di semua TPS," ungkap Ketua Tim Pemenangan Bangkalan Berani Bangkit KH Hasani Zubair di posko pemenangan di Jalan Teuku Umar, Kelurahan Kemayoran, Selasa (12/6/2018) petang.

Sumber Surya mengatakan, harga per satuan kamera pengintai itu berkisar mulai dari harga Rp 500 ribu, Rp 750 ribu, hingga Rp 1 juta.

Adapun total jumlah TPS yang ada sebanyak 1.982 buah. Dengan asumsi harga Rp 750 ribu, maka total biaya yang dikeluarkan untuk membeli sebanyak 1.982 kamera hampir Rp 1 miliar, yakni senilai Rp 991.000.000.

"Kami tidak main-main dan berkomitmen menjaga Pilkada Bangkalan agar demokratis, jujur, adil, dan transparan," tegas Ra Hasani.

Selain itu, pihak Farid-Sudaramawan telah melakukan penguatan saksi-saksi di semua TPS. Mereka digembleng melalui bimbingan teknis yang hingga saat ini masih berjalan.

Ra Hasani menjelaskan, proses seleksi para saksi sangat ketat. Hal itu diputuskan untuk menyaring para saksi berkualitas.

"Penguatan saksi sudah hampir terpenuhi di semua TPS, sekitar 90 persen. Satu TPS dua saksi dan 5 hingga 10 saksi pendamping," jelasnya.

Ia menegaskan, segala tindakan yang tidak sesuai atau upaya-upaya yang berpotensi menciderai proses demokrasi akan menjadi atensi timnya.

Halaman
12
Penulis: Ahmad Faisol
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help