Pilkada 2018

Ke Ponpes Tremas, Pacitan, Khofifah Didoakan Sukses Pimpin Jatim, Mengaku Kemarin Ketemu SBY

Nyai yang sudah berusia lebih dari 80 tahun itu secara khusus mendoakan kesuksesan untuk Khofifah.

Ke Ponpes Tremas, Pacitan, Khofifah Didoakan Sukses Pimpin Jatim, Mengaku Kemarin Ketemu SBY
surya/fatimatuz zahro
Calon Gubernur Jawa Timur nomor urut 1 Khofifah Indar Parawansa didoakan Nyai Qibtiyah sespuh Ponpes Tremas, Selasa (12/6/2018). 

SURYA.CO.ID | PACITAN - Momen kunjungan di Kabupaten Pacitan dimanfaatkan calon gubernur Jawa Timur nomor urut 1 Khofifah Indar Parawansa untuk berkunjung ke pondok pesantren tertua di Jawa Timur, Pondok Pesantren Tremas, Selasa (12/6/2018).

Dalam sowan tersebut, Khofifah disambut Pengasuh Pondok Pesantren Tremas Kiai Fuad Habib Dimyati. Tidak hanya itu Khofifah juga berkesampatan bersilaturahmi dengan Bu Nyai Sepuh Ponpes Tremas, Bu Nyai Qibtiyah.

Nyai yang sudah berusia lebih dari 80 tahun itu secara khusus mendoakan kesuksesan untuk Khofifah.

"Semoga apa yang menjadi keinginan Bu Khofifah bisa terkabul dan membawa manfaat," kata Nyai Qibtiyah.

Ia juga memimpin rombongan untuk ikut mendoakan kesuksesan untuk Cagub Khofifah.  Nyai Kibtiyah adalah keturunan Ponpes Tremas yang paling sepuh.

Lebih lanjut, Kiai Fuad Habib Dimyati mengatakan pondok pesantren Tremas ini adalah yang tertua di Jawa Timur.

Banyak santri dari Tremas yang usai lulus di Tremas sukses menjadi ulama, seperti salah satunya sesepuh dari saudara Kiai Maimun Zubair.

"Sebelum Bu Khofifah datang kemari, Pak Emil Elestianto Dardak lebih dulu kemari bersama istrinya, Arumi Bachsin," kata Kiai Fuad.

Ia mengatakan bahwa Khofifah adalah sosok pemimpin yang dibutuhkan dan berharap bisa sukses memimpin Jawa Timur.

Sedang Khofifah mengatakan kunjungannya ke Pacitan untuk menyisir dan memperkuat penyapaan ke masyarakat di Jawa Timur.

Ia dan calon wakilnya, Emil Dardak, berbagi tugas untuk bisa memaksimalkan waktu kampanye yang tersisa untuk memperluas penyapaan.

"Saya juga kemarin ke Jakarta untuk bertemu dengan para ketua umum partai pengusung termasuk Pak Susilo Bambang Yudhoyono, untuk nyuwun pangestu karena sebentar lagi sudah dekat dengan 27 Juni, waktu coblosan," kata Khofifah.

Lebih lanjut Khofifah mengatakan bahwa saat ini saksi di seluruh kabupaten kota terus dimaksimalkan untuk penjaringan, dan penataan pos TPS yang akan dijaga. Terutama saksi yang bertugas dipastikan juga terdaftar di TPS yang ia jaga menjadi saksi.

"Tujuannya agar yang jadi saksi juga tetap bisa menyalurkan hak pilihnya, kita ada sekitar 130 ribu saksi di 68.511 TPS di Jawa Timur," pungkas Khofifah.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help