Berita Surabaya

Sidang 'Perebutan' Aset SDN Ketabang 1, Pemkot Surabaya Kalah

Pemkot Surabaya kalah lagi dalam sidang kepemilikan aset di SDN Ketabang 1, Surabaya. Begini langkah pemkot selanjutnya

Sidang 'Perebutan' Aset SDN Ketabang 1, Pemkot Surabaya Kalah
surya/fatimatuz zahroh
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini saat memberikan penjelasan tentang sengketa aset SDN Ketabang I di ruang kerjanya, Senin (2/10/2017). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Pemerintah Kota Surabaya kalah lagi, dalam persidangan kepemilikan aset SDN Ketabang I Surabaya yang memiliki luas 3.062 meter persegi.

Sebelumnya aset SDN Ketabang I tertulis di akte pengadilan 6 Agustus 1917, nomor 725 atas kepemilikan Pemerintah Kota Surabaya, De Vande Gominte Surabaya.

"Iya kalah lagi, kita sudah dua kali kalah. Sekarang pengajuan kasasi," kata Risma, Senin (11/6).

Risma mengatakan, SDN Ketabang I memiliki nilai sejarah luar biasa untuk kota Surabaya. Karena memiliki nilai sejarah tinggi, Pemkot Surabaya bahkan tidak mengalihkan fungsi sekolahan tersebut.

"Selama ini nggak alih fungsi karena itu tempat bersejarah. Sekolah itu melahirkan orang-orang penting seperti Try Sutrisno, Wapres, Wardiman Jaya Negoro, Mantan Menteri Pendidikan, Hendro Gunawan Sekda Surabaya, Mantan Kadiknas Provinsi Harun," tambah Risma.

Risma menyebut SDN Ketabang I merupakan salah satu sekolah tertua dan pertama di Surabaya. Dia tidak habis pikir kenapa bisa kalah, padahal tidak ada satu pun saksi yang terlihat selama proses persidangan.

"Tidak ada satu pun saksi yang mengetahui," tegas Risma. 

Penulis: Pipit Maulidiya
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help