Home »

Bisnis

» Makro

Ramadan 1439 H

LAZIS PJB Pelopori ATM Beras, Penerima Tak Perlu Berdesakan Antre, Tersedia di 10 Lokasi ini

Melalui ATM beras ini, masyarakat penerima bantuan beras tak perlu lagi antre berdesakan yang memakan waktu dan tenaga.

LAZIS PJB Pelopori ATM Beras, Penerima Tak Perlu Berdesakan Antre, Tersedia di 10 Lokasi ini
surya/sri handi lestari
Direktur Utama PJB Iwan Agung Firstantara menjelaskan terkait Lazis PJB yang dimanfaatkan pada Ramadan 1439 H. 

SURYA.co.id | SURABAYA -  Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shodaqoh (LAZIS) di PT Pembangunan Jawa Bali (PJB) sejak April 2018 lalu mempelopori pemanfaatan teknologi Anjungan Tunai Mandiri (ATM) Beras.

Melalui ATM beras ini, masyarakat penerima bantuan beras tak perlu lagi antre berdesakan yang memakan waktu dan tenaga.

"Mereka cukup datang ke ATM beras sesuai jadwal gilirannya dan mendapatkan jatah yang tepat," kata Iwan Agung Firstantara, Direktur Utama PJB, akhir pekan ini.

Pada tahap awal LAZIS PJB menyediakan 10 ATM beras yang tersebar di Gresik, Bekasi, Jakarta, Probolinggo, Lamongan, Malang, Bojonegoro, dan Kediri.

Sementara selama Ramadan, berbagai aksi amal dilakukan karyawan PJB melalui LAZIS. Diantaranya pemberian bantuan sembako kepada masyarakat sekitar di seluruh unit JBP yang tersebar di Indonesia, rata-rata 300 paket sembako per unit.

Bahkan LAZIS juga membiayai pembangunan satu ruang gedung Graha Yatim Mandiri senilai Rp 375 juta dan memberikan 3.200 paket Lebaran senilai Rp 800 juta ke PT Mitra Yatim Mandiri.

"Keberadaan LAZIS PJB ini sudah banyak manfaatnya. Dana infaq dan shodaqoh dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan amal, mulai dari pemberian santunan kepada anak yatim, bantuan untuk masyarakat kurang mampu, membantu korban bencana, hingga membangun ruang kelas untuk menunjang pendidikan keagamaan," jelas Iwan Agung.

Pengumpulan dana dilakukan dengan cara pemotongan penghasilan karyawan.

”Sistem ini dapat diterima karyawan karena memudahkan karyawan menyalurkan ZIS mereka,” tambahnya.

Dana yang terkumpul rata-rata sekitar Rp 463 juta per bulan. Angka ini masih bisa ditingkatkan mengingat dari 2.917 karyawan muslim PJB, baru sebagian yang menyalurkan ZIS-nya lewat LAZIS PJB.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help