Berita Malang Raya

Kondektur Bus Patas Malang-Ponorogo Gelapkan Uang Setoran, Ia Pakai Modus Seperti Ini

Kondektur bus patas Malang-Ponorogo gelapkan uang setoran. Ia pakai modus seperti ini.

Kondektur Bus Patas Malang-Ponorogo Gelapkan Uang Setoran, Ia Pakai Modus Seperti Ini
pixabay
ILUSTRASI 

SURYA.co.id | MALANG - Dituduh gelapkan uang setoran, Robi S (39) Kondektur bus warga Kelurahan Wirogunan Kecamatan Nergangsan Kota Yogyakarta Daerah Istimewa Yogyakarta diciduk polisi.

Ini setelah perusahaan transportasi bus di jalan Raya Randuagung, Desa Randuagung Kecamatan Singosari Kabupaten Malan melaporkan perbuatan tersangka ke Polsek Singosari, Sabtu (9/6/2018).

Kasubag Humas Polres Malang, AKP Farid Fathoni menjelaskan, kasus tersebut berawal dari tersangka yang menjalankan aktivitasnya sebagai kondektur bus trayek Patas Jatim jurusan MalangPonorogo PP.

Pada saat tersangka kembali ke kantor perusahaan Bus, ternyata diketahui ada ketidak sesuaian nomor seri pada lembaran kertas stat serta jumlah lembaran karcis.

Kejadian tersebut berulang-ulang terjadi dengan cara ataupun modus yang sama.

"Merasa dirugikan hingga sekitar Rp 10 juta, perwakilan manajemen perusahaan melaporkan perbuatan tersangka ke Polisi," kata Farid Fathoni mendampingi Kapolres Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung, Minggu (10/6/2018).

Modus yang digunakan tersangka diduga melakukan penggelapan tersebut, menurut Farid Fathoni, yaknu pelaku melakukan perbuatannya dengan cara merubah nomor seri pada bonggol karcis/lembaran stat.

Selanjutnya, perubahan nomor seri itupun di bubuhi stempel palsu.

Setelah itu, tersangka memalsu tanda tangan dalam laporan pendapatan dari trayek jalan jurusan bus yang juga telah diubah nominalnya.

Hal itu dilakukan untuk mengelabui manajemen perusahaan armada bus.

Dari tangan tersangka tersebut, ungkap Farid Fathoni, diamankan sejumlah barang bukti penggelapan setoran yang dilakukan.

Yakni satu stempel perusahaan otobus tempatnya bekerja beserta bantalannya, sebuah bolpoin, dua bendel karcis dengan stempel dan tanda tangan palsu, dua bendel karcis dengan stempel dan tanda tangan asli, satu lembar kertas stat atau kertas pelaporan ke perusahaan otobus, dan lainnya.

"Semua barang bukti itu kini sudah diamankan jajaran Polsek. Dan tersangka terancam dijerat Pasal 374 atau 372 Jo 64 KUHP tentang penggelapan dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun penjara," tutur Farid Fathoni.

Penulis: Ahmad Amru Muiz
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved