citizen reporter

Sekolah Tetap Lancar meski Kena Kanker

Ketika tidak sedang dalam proses berobat, anak bersekolah sejak pukul 09.00–12.00. Jadi, meski sakit mereka tetap berhak atas pendidikan.

Sekolah Tetap Lancar meski Kena Kanker
ist

Bulan puasa menjadi momen berlomba-lomba dalam kebaikan. Itu diwujudkan antara lain dengan memberi sedekah dan membantu sesama yang sedang dalam kesulitan.

Begitu juga dengan Dharma Wanita Kantor Manajemen Universitas Airlangga (UA). Mereka mengadakan bakti sosial di dua tempat di awal bulan puasa, yaitu Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (YKAKI) dan panti asuhan Al Mizan di Surabaya.

Ada belasan pasien kanker anak di YKAKI yang terletak di Jl Karang Menjangan, tak jauh dari RSUD Dr Soetomo. Dalam kesempatan berbagi itu, rombongan membawa beberapa kebutuhan untuk anak-anak penderita kanker, seperti baju layak pakai, mainan, dan uang.

“Apa yang kami bawa sesuai permintaan. Harapannya, lebih tumbuh sikap simpati terhadap sesama, agar kami lebih bersyukur terhadap apa yang diterima,” ujar Erni Hadi Subhan, Ketua Dharma Wanita Kantor Manajemen UA.

YKAKI Surabaya adalah satu dari tujuh cabang yayasan kanker anak yang ada di Indonesia. Di rumah singgah ini, pasien yang menghuni bisa berganti-ganti sesuai dengan kebutuhan kontrol mereka di RSUD Dr Soetomo. Mereka yang datang adalah yang akan berobat di sana sebagai rumah sakit rujukan.

Pasien yang diterima untuk berada di rumah singgah ini adalah mereka yang menderita kanker dan tumor segala jenis, dengan usia 1 hari hingga 18 tahun. Rata-rata, mereka datang dari Indonesia bagian timur, seperti Sorong, Kalimantan, dan Lombok. Yang paling banyak penderita leukimia dan retinoblastoma.

Meski terlihat sehat, namun kondisi tubuh mereka tidak sama dengan anak-anak sehat pada umumnya. Keluhan yang sering muncul bermacam-macam bergantung jenis kanker yang diderita. Beberapa ada yang lemas, tidak mau makan, dan mual.
Meski anak sedang sakit, YKAKI memastikan mereka harus memiliki pendidikan seperti anak lain. Oleh karena itu, YKAKI memiliki homeschooling gratis dengan nama Sekolahku. Kurikulum Sekolahku disesuaikan dengan sekolah pada umumnya.

Ketika tidak sedang dalam proses berobat, anak bersekolah sejak pukul 09.00–12.00. Sekolahku bekerja sama dengan sekolah asal anak untuk memantau pendidikan anak.

“Meski sedang sakit, mereka tidak kehilangan hak untuk belajar dan bermain,” tutur Susi Khomariyah, bagian administrasi YKAKI Surabaya.

Di rumah singgah itu, selain pasien anak yang sedang berobat, maksimal dua anggota keluarga diperbolehkan mendampingi. Di rumah singgah, seluruh kebutuhan pokok ditanggung YKAKI.

Secara rutin, saat Ramadan, Dharma Wanita Kantor Manajemen UA mengunjungi beberapa tempat untuk memberikan donasi. Seperti yang sudah-sudah, selain untuk pasien kanker, mereka berbagi di panti jompo dan panti asuhan.

Binti Quryatul Masruroh
Pusat Informasi dan Humas
Universitas Airlangga, Surabaya

Editor: Endah Imawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help